sarahalfaruq
Maximilian Adrian Hart menikahi Valerie Brisha Imanuel bukan karena cinta. Pernikahan itu hanyalah bagian dari rencana balas dendamnya. Di mata Maxim, Valerie adalah perempuan yang telah menghancurkan keluarga adiknya, Meredith, dengan merebut suami sang adik, Joshua Alexander Carter. Pengakuan Valerie bahwa Merisha adalah anak kandung Joshua semakin menguatkan keyakinannya.
Sejak hari itu, Maxim menjadikan pernikahan mereka sebagai hukuman. Ia menciptakan neraka kecil bagi Valerie, memperlakukannya dengan dingin, dan menjadikan Merisha sebagai ancaman untuk mengendalikan setiap langkah wanita itu. Anehnya, Valerie menerima semua perlakuan tersebut tanpa membela diri, tanpa membantah, bahkan tanpa sekali pun berusaha membersihkan namanya.
Namun seiring berjalannya waktu, keyakinan Maxim mulai terusik. Satu demi satu fakta bermunculan dan bertentangan dengan asumsi yang selama ini ia yakini. Hasil golongan darah yang tidak sesuai, pemeriksaan DNA yang tidak cocok, kejanggalan laporan kelahiran Merisha, hingga berbagai kejanggalan lain perlahan mengarah pada sebuah kebenaran yang selama ini tersembunyi. Hal ini diperparah dengan perasaannya yang justru tak terkendali saat berada disekitar Valerie.
Yang paling menyiksa bukanlah kenyataan bahwa ia mungkin telah salah menuduh Valerie. Melainkan kenyataan bahwa wanita itu mengetahui semuanya sejak awal, tetapi memilih tetap bungkam dan membiarkannya tenggelam dalam kebencian yang ia ciptakan sendiri.
Ketika seluruh kepingan rahasia akhirnya terungkap, Maxim harus menghadapi satu pertanyaan yang tak pernah berani ia jawab: bagaimana jika perempuan yang telah ia hukum tanpa ampun justru adalah orang yang paling banyak berkorban untuk keluarganya?