farisaudhah
Kota itu sedang baik hari itu.
Terlalu baik.
Sebuah lubang terbuka di pusat kota tanpa sebab yang jelas. Tidak ada ledakan, tidak ada gempa, hanya aspal yang menyerah. Pemerintah menyebutnya insiden sementara dan mengirim tim evakuasi untuk memastikan semuanya aman.
Arga ikut turun.
Ia yakin ini hanya prosedur.
Namun, semakin dalam ia melangkah, semakin banyak hal kecil yang terasa tidak sinkron. Waktu yang terlambat sepersekian detik. Struktur yang terasa terlalu "bersedia". Seorang rekan bernama Nara yang selalu tahu kapan bahaya akan datang atau tidak datang sama sekali.
Di kota yang terasa ramah, keselamatan bisa menjadi bentuk kepatuhan paling halus.
Sebuah cerita tentang evakuasi, identitas, dan harga yang harus dibayar agar sebuah kota tetap berfungsi.