langitdidada1608
Di sebuah dusun kecil bernama Negeri Angin, Iduladha tidak hanya menghadirkan takbir dan aroma daging kurban - tetapi juga rangkaian kisah sederhana yang penuh warna. Dari ibu-ibu yang sudah menyiapkan bumbu sejak subuh namun pulang dengan seplastik daging yang amat sedikit, hingga kakek-kakek yang mondar-mandir sambil melontarkan prasangka, semuanya menjadi bagian dari drama kecil yang menghangatkan hati.
Melalui tawa, keluhan, gurauan, dan sedikit rasa sebal, para warga belajar bahwa kurban bukan sekadar tentang seberapa banyak daging yang dibawa pulang, melainkan tentang keikhlasan, kebersamaan, dan kemampuan melihat kebaikan di tengah kekurangan.
Cerita ini merayakan hal-hal kecil yang sering kita temui pada hari raya kurban: obrolan ibu-ibu, tingkah bapak-bapak, nasihat "bersyukur woy", hingga kehangatan berbagi yang hanya ditemukan di desa.
Sebuah kisah ringan tentang manusia, syukur, dan bagaimana seplastik daging bisa menyimpan seribu rasa.