franky_madridista
- MGA BUMASA 183
- Mga Parte 17
Di usianya yang ke-45, Satria Johan Zubizaretta adalah gambaran lelaki yang telah selesai dengan dunia, namun belum selesai dengan luka. Sebagai penulis dan pengamat psikologi, ia piawai menyembuhkan jiwa yang patah, meski jiwanya sendiri adalah hamparan puing. Tiga kali mencintai, tiga kali pula semesta merenggutnya-leukimia, pecah pembuluh darah, hingga kelumpuhan fatal telah mengambil wanita-wanita di hidupnya. Satria telah sampai pada titik di mana ia berhenti berharap, hingga ia bertemu dengan Airis Putri.
Airis, gadis berusia 20 tahun yang ia temui di sebuah wisma lansia, hadir seperti embun di tanah yang gersang. Keceriaannya, sifat manjanya yang jujur, dan kelembutannya perlahan meruntuhkan tembok pertahanan Satria. Perbedaan usia 25 tahun tak lagi berarti. Bagi Satria, Airis adalah kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa takdir tidak selamanya jahat.
Namun, kejutan takdir kali ini tidak hanya menyakitkan, tapi menghancurkan harga dirinya sebagai lelaki.
Melalui sebuah akun palsu di aplikasi kencan, Satria menemukan wajah polos yang ia cintai itu berada di balik layar ponsel dengan nama "Freya". Di dalam sebuah kamar hotel yang suram, Satria harus berhadapan dengan kenyataan pahit: Airis adalah seorang penjaja cinta semalam. Gadis yang ia persiapkan menjadi calon istri ternyata hidup dalam dunia prostitusi gelap, terjebak di antara gaya hidup instan, trauma masa lalu sebagai mantan narapidana remaja, dan tekanan lingkungan yang menyesatkan.
Bersama Bunda Yuli, ibu kandung Airis yang hancur hatinya, Satria memulai perjuangan paling mustahil: menarik Airis keluar dari sumur kegelapan. Ia harus bertahan di tengah cemoohan sosial, pengkhianatan, hingga fakta bahwa sebagian pelanggan Airis adalah orang-orang yang mengenalnya.
Ketika Airis mulai menemukan jalan pulang, sebuah insiden berdarah di malam pertunangan mengubah segalanya. Demi mempertahankan kehormatannya dari pemerkosaan oleh oknum pelanggan masa lalu, Airis melakukan perlawanan.