benedique
Setelah dua puluh tahun berlalu sejak era Ardha dan Anatoly, dunia kembali diguncang oleh misteri yang jauh lebih tua dari teknologi modern. Di Jenewa, ilmuwan WHO menemukan sebuah pola rumit dalam DNA manusia-bukan mutasi acak, melainkan algoritma pemrograman. Ini adalah "tulisan" , kode kuno yang seakan ditulis oleh kecerdasan yang jauh lebih tua dari yang kita kenal.
Secara bersamaan, di Indonesia, Rusia, dan Kuba, anak-anak dengan kemampuan luar biasa mulai bermunculan. Mereka bukan sekadar jenius, mereka adalah Anak-Anak Kode.
Saat dunia terbelah menjadi Timur (Neo-Soviet, Kuba, Tiongkok) yang merekrut anak-anak ini sebagai senjata biologis baru dan Barat (NATO, AS) yang meluncurkan Project Aegis untuk mengendalikan mereka , Indonesia mendadak menjadi pusat perhatian. Seorang anak Kode dari Indonesia menjadi sebuah ikon baru kebebasan.
akankan dia menjadi 'bug' yang memilih jalan sendiri, atau hanya 'replika' dari sejarah yang berulang?