tulisan__ku
Sejak kecil, Malaikha tumbuh di dalam istana, di antara tawa dan langkah para pangeran Kuru. Ia mengenal dunia lewat suara panah yang dilepaskan, lewat debu halaman latihan, dan lewat satu nama yang selalu berada di sisinya.
Arjuna.
Mereka tumbuh bersama. Berbagi cerita kecil, rahasia kecil, dan hari-hari yang terasa tidak akan pernah berubah. Arjuna selalu ada. Selalu mengerti. Selalu melindungi. Sampai waktu memisahkan mereka.
Ketika para pangeran pergi menempuh pendidikan, Malaikha tinggal sendiri di istana, menunggu hari mereka kembali sebagai ksatria.
Dan hari itu benar-benar datang. Lapangan megah di Hastinapura dipenuhi sorak sorai. Para pangeran kembali, menampilkan keahlian mereka di hadapan seluruh kerajaan.
Mata Malaikha yang selalu mencari Arjuna kini takdir mempertemukannya dengan seseorang yang tak pernah ia kenal sebelumnya.
Seorang pria dengan sorot mata tenang, sikap penuh perhatian, dan cara diam yang terasa lebih dalam daripada ribuan kata.
Karna.
Sejak pertemuan pertama itu, sesuatu dalam diri Malaikha berubah. Ia tidak lagi hanya menunggu Arjuna. Ia mulai mencari Karna.
Arjuna adalah rumah yang selalu ia kenal.
Karna adalah perasaan yang tak pernah ia pahami.
Di antara keduanya, Malaikha berdiri-bukan sebagai putri, bukan sebagai bangsawan, bukan sebagai siapa-siapa.
Hanya seorang gadis yang tanpa sadar, sedang melangkah masuk ke dalam cinta...
yang kelak akan mematahkan hatinya sendiri.