nairannisa
Apa kalian pernah tenggelam dalam kesedihan bertahun-tahun lamanya hanya karena satu lelaki? Itulah yang dialami oleh Harliesa Azeena.
Baru saja terbangun dari tidur siangnya, Zena sudah mendapati notifikasi yang menyatakan bahwa cintanya di tolak oleh sahabatnya sendiri, Richo.
"Richo, lo tau gak? Orang yang gue suka itu.. lo."
"Sebenarnya gue udah tau kalau lo suka sama gue."
"Serius?"
"Iya, tapi gue suka sama orang lain. Semoga lo ga gamonin gue dan bisa nemuin orang yang lebih baik dari gue ya. Sorry Na."
Richo Sebastian, Zena sudah mengenalnya sebagai pria green flag sejak mereka masih kecil. Keluarga mereka cukup dekat, bahkan sudah seperti saudara. Tetapi, karena papa Richo menerima tugas di luar kota, Richo dan keluarga nya harus pindah dan berpisah dengan Zena.
"Ric, kayaknya gue udah cinta mati deh sama lo. Walaupun kita udah ga ketemu, dan gue udah lakuin berbagai cara untuk lupain lo, tapi hati gue selalu balik lagi ke lo."
Empat tahun berlalu, perasaan Zena tidak pernah berubah. Zena sudah menyerah untuk memaksakan hatinya melupakan Richo. Saat Zena sudah kehilangan beribu caranya, Ravendra Adhiyaksa datang dan menariknya keluar dari ruang penyiksaan itu.
Pertemuan pertama Zena dan Raven tidak berjalan mulus seperti di film-film romantis. Karena keanehan itu, Zena menganggap Raven adalah pria yang sangat aneh dan harus di hindari. Anehnya, saat ia berusaha menghindari Raven, Raven justru berusaha mendekatinya. Rasa risih Zena kepada Raven perlahan berubah menjadi rasa nyaman.
Beberapa bulan setelah kedekatan Zena dan Raven, Richo muncul kembali dalam hidup Zena sebagai anak baru di Liberty Secondary School, tempat Zena dan Raven bertemu.
Setelah tidak bertemu selama empat tahun, apakah hati Zena akan kembali kepada Richo seperti sebelumnya? Atau Zena telah menemukan orang baru yang lebih pantas untuk nya?