joviech_
Lanjutan One-shot He Gave Me a Ribbon
Berisik!
Suara-suara itu menggema setiap detik.
Anna ingin memekik.
Ia sudah muak.
Anna tidak mengerti,
Mengapa orang-orang begitu dengki?
Apa yang telah ia perbuat hingga mereka tega menyakiti?
Apa ia memang layak diperlakukan seperti ini?
Anna berusaha tak peduli.
Ia percaya orang-orang akan berhenti,
Namun, tak dapat dimungkiri,
Ia juga bisa lelah hati.
Anna manusia biasa.
Kesabarannya tidak seluas lapangan bola.
Jadi, wajar kalau ia merana,
Wajar kalau ia murka.
Berkali-kali mendengar,
Bagaimana ia tidak gusar?
Walau terlihat tegar,
Dalam hati, Anna berharap suara-suara itu pudar.
Anna merasa kosong.
Ia tak lagi punya tempat pulang.
Rama bukan lagi sosok penyayang,
Sementara Kayla, kini terobsesi untuk menang.
Anna kini tinggal sendiri.
Ia memantapkan hati,
Berdiri di tengah sunyi,
Bersiap untuk ... mati.
Namun, niatnya terhenti,
Saat seorang lelaki muncul menemani.
Ya ... siapa lagi,
Kalau bukan Angga si anomali.
🎧🎧🎧
📍 Disarankan membaca seri 1 nya yang berjudul He Gave Me a Ribbon karena ceritanya saling berhubungan. He Gave Me His Earphones adalah kelanjutannya.
📍 Cerita ini 100% ditulis sendiri TANPA CAMPUR TANGAN AI
📍 Ide original tanpa plagiat!
📍 DESKRIPSI, NARASI, DAN DIALOG 100% DITULIS OLEH OTAK DAN TANGAN AUTHOR TANPA AI SEDIKIT PUN!