nuyung04
Bagi Nara, Arka Dirgantara adalah segalanya. Cowok itu adalah rumah, pelindung, sekaligus sosok yang paling tahu bagaimana cara menenangkan dunianya. Sejak kecil, Arka selalu ada-menjemputnya setiap kali hujan, mengusap kepalanya saat dia menangis, dan menggandeng tangannya di tengah keramaian. Arka memanjakan Nara dengan rentetan act of service dan physical touch yang terasa begitu alami, seolah Nara adalah prioritas utamanya.
Namun, bagi Nara yang kini beranjak dewasa, semua perhatian itu perlahan berubah menjadi siksaan manis.
Nara jatuh cinta. Terlalu dalam, hingga dia menjadi sangat bergantung pada kehadiran Arka. Masalahnya, setiap kali Nara merasa jarak mereka terkikis, Arka selalu menarik garis tegas dan mengingatkannya: "Kita ini sahabat selamanya, Ra."
Sentuhan-sentuhan hangat Arka yang tanpa sengaja menembus batas aman di hati Nara, kini justru menjadi bumerang. Nara terjebak dalam pilihan sulit: bertahan dalam ketergantungan yang menyiksa, atau nekat melompati batas aman itu dengan risiko kehilangan Arka untuk selamanya?