Sekamg
Di dunia di mana iblis adalah predator soliter yang memanipulasi emosi manusia demi bertahan hidup, Zweifel mengalami malfungsi eksistensial. Sebuah anomali mencolok muncul dalam logikanya: ia memiliki rasa penasaran yang tulus terhadap emosi yang selama ini hanya ia gunakan sebagai senjata.
Alih-alih memicu kemarahan dari rasnya, keanehan Zweifel justru diabaikan. Bagi sesama iblis, ia hanyalah "mesin rusak" yang membuang-buang waktu-cacat logika yang tidak relevan selama tidak mengganggu teritori mereka. Di sisi lain, sebaik apa pun niatnya, ras manusia dan peri secara instingtif melihatnya sebagai monster mematikan yang tak bisa dipercaya.
Terjepit di ruang hampa yang sunyi ditolak oleh kodratnya sendiri dan ditakuti oleh subjek observasinya Zweifel memulai perjalanan melintasi benua. Ia mencoba membedah konsep "empati", "rasa percaya", dan "kesedihan", sembari terus dihantui satu pertanyaan fundamental: apakah semua yang mulai ia rasakan ini adalah kepingan jiwa yang nyata, atau hanya ilusi manipulatif tingkat tinggi yang akhirnya berhasil menipu dirinya sendiri?