nevertheless_
Cathaline bukanlah manusia biasa. Ia adalah boneka porselen hidup - ciptaan dari garis pembuat spirit doll kuno - yang dikendalikan oleh Arthur, sosok misterius yang berkomunikasi hanya lewat perintah dingin dan tak terbantah. Tugasnya sederhana namun kejam: membunuh tujuh orang sebagai bagian dari ritual kelam yang mengikat jiwa dan tubuhnya.
Tujuh korban telah jatuh secara beruntun. Sekolah elit Nocturnalisym di Jerman berubah menjadi panggung kepanikan dan paranoia. Cathaline tetap memainkan perannya dengan sempurna - menjadi siswi lemah lembut dan religius - sambil menyembunyikan retakan di balik kulit porselennya.
Namun semuanya berubah ketika Keith muncul.
Keith adalah mantan pembunuh berantai yang pernah dikurung... lalu menghilang. Tatapannya tajam, senyumnya penuh manipulasi - dan entah kenapa, ia bisa melihat retakan yang tak terlihat oleh manusia lain. Alih-alih membongkar Cathaline, ia justru menawarkan kerja sama. Bukan untuk menyelamatkan dunia - melainkan untuk membalikkan permainan.
Sebab Arthur ternyata bukan hanya dalang pembantaian itu - ia adalah keturunan terakhir dari keluarga pembuat spirit doll Tiongkok kuno yang telah mengikat Cathaline ke dalam takdirnya. Arthur tidak hanya mengendalikan Cathaline... ia juga menyimpan rahasia kelam yang bisa menghancurkannya sepenuhnya.
Kini permainan berubah arah.
Boneka yang dulu dikendalikan, Bersama sang pemburu yang kehilangan arah, Berbalik mengguncang sang pencipta.
Apakah Cathaline akan benar-benar bebas?
Atau ia hanyalah pion yang berpindah tangan dalam permainan yang lebih besar?
Selamat datang di The Marionette Game.
Di sini, bukan manusia yang menentukan nasib... melainkan yang paling pandai berpura-pura menjadi hidup.