Historias de Kedua

Buscar por etiqueta:
kedua
WpAddanak
WpAddprogram
WpAddperempuan
WpAddhamil
WpAddcinta
kedua
WpAddanak
WpAddprogram
WpAddperempuan
WpAddhamil
WpAddcinta

33 Historias

  • Kalau Uang Tak Menjadi Masalah por ayuwantyy
    ayuwantyy
    • WpView
      LECTURAS 5
    • WpPart
      Partes 1
    Bahkan untuk hal sederhana seperti makan saja butuh uang, apalagi pengakuan
  • PetroCinta (Dari Toga Hingga Puncak Menara) por silviewiska
    silviewiska
    • WpView
      LECTURAS 11
    • WpPart
      Partes 1
    Pohon-pohon tinggi yang rindang berdiri tegak di halaman depan dan samping rumah ini, menciptakan aura mistis yang membuat bulu kuduk meremang. Memasuki pintu utama, tak lupa kami mengucap basmalah, lalu diikuti salam. Kata orang tua, rumah yang baru saja akan ditempati seharusnya dibacakan lafaz 'Allah' sebelum kita memasukinya. Untuk menghindari makhluk-makhluk tak kasat mata serupa jin usil yang mengikuti langkah kita memasuki rumah itu, bahkan mereka mampu menempeli tubuh kita dan ikut menemani di saat tidur. Ah, aku sedikit merinding saat memasukinya. Aroma udara di dalam rumah ini seperti bau sawang, persis seperti rumah yang sudah lama tak berpenghuni. Rumah yang besar dengan empat kamar yang lapang. Sialnya, aku kebagian kamar di sebelah kiri, kamar terluas di rumah ini. Letak kamarku ini berjauhan dengan tiga kamar lainnya yang terletak di sisi sebelah kanan. Di pintu-pintu kamar telah dipasangi label nama-nama penghuninya. Saat sedang membaca nama teman sekamarku yang tertempel di pintu kamar, tiba-tiba ....
  • Yours, Jebat por syaz_sufiy
    syaz_sufiy
    • WpView
      LECTURAS 12,182
    • WpPart
      Partes 25
    2022. Jangan tunggu sangat ya. Slow update. *** "Do you see a future with me?" - Amar Jebat "Tak langsung." - Syeefa Balqis "Aku tak tahu macam mana nak ucapkan selamat tinggal." - Amar Jebat "Try this... Pergi aje. Jangan fikir." "Kau degil, kan?" "Dengan kau aje." "So, kali ini aku hanya perlu hormat keputusan kau?" "Ya." "Baik... tapi... tidak di hati, ratu. Kau tahu."
  • saya cinta kepada kedua orang tua saya por FAHZRILFAHZRIL9
    FAHZRILFAHZRIL9
    • WpView
      LECTURAS 1
    • WpPart
      Partes 1
    saya cinta kepada kedua orang tuA
  • Rumah Sempit dan Mimpi yang Luas por NaTak6
    NaTak6
    • WpView
      LECTURAS 13
    • WpPart
      Partes 2
    Nayla Kirana tumbuh di sebuah perkampungan kecil di Lombok, tempat rumah-rumah berdempetan, gosip menyebar lebih cepat dari angin, dan suara pertengkaran kadang lebih akrab dari suara ayam pagi. Sebagai anak kedua, Nayla terbiasa berdiri di tengah-bukan di depan, bukan di belakang-sekadar mengisi ruang yang tidak pernah benar-benar dipilih. Ayahnya keras, ibunya lelah, kakaknya selalu dibanggakan, adiknya selalu diprioritaskan. Dan Nayla? Sering dianggap paling mengerti, paling kuat, paling bisa "ngalah". Padahal hatinya bahkan belum selesai tumbuh. Di antara dapur yang tak pernah sepi, halaman kecil yang selalu dipenuhi jemuran, dan jalan tanah yang mengarah ke sawah belakang kampung, Nayla mulai menyadari sesuatu yang sederhana tapi menyakitkan: rumah tidak selalu menjadi tempat untuk pulang. Ketika tekanan keluarga, tuntutan ekonomi, dan gunjingan kampung datang bertubi-tubi, Nayla dipaksa memilih antara tetap bertahan dalam kisah yang tidak ia pilih... atau berani menuliskan hidup baru dengan tangannya sendiri. Dengan langkah kecil, luka yang disembunyikan, dan mimpi yang lebih luas daripada langit Lombok yang membungkus rumahnya, Nayla perlahan belajar: bahwa kadang, untuk menemukan diri sendiri, kita harus berani berjalan keluar dari tempat yang paling membuat kita hancur. Ini bukan kisah tentang menjadi luar biasa. Ini kisah tentang menjadi manusia-yang tetap berdiri meski dihimpit oleh dunia yang sempit. Dan tentang seorang perempuan muda yang akhirnya berani bertanya: "Jika rumah tidak bisa memberiku ruang... apa aku harus mencarinya di tempat lain?"