We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Kenangan Stories

Refine by tag:
kenangan
WpAddcinta
WpAddkenang
WpAddrindu
WpAddpuisi
WpAddmasalalu
WpAddhujan
WpAddkopi
WpAddremaja
WpAdduntuk
WpAddcerpen
WpAddsedih
WpAddluka
WpAddsahabat
WpAddjakarta
WpAddaku
WpAddsenja
WpAddromance
WpAddpkl
WpAddperpisahan
kenangan
WpAddcinta
WpAddkenang
WpAddrindu
WpAddpuisi
WpAddmasalalu
WpAddhujan
WpAddkopi
WpAddremaja
WpAdduntuk
WpAddcerpen
WpAddsedih
WpAddluka
WpAddsahabat
WpAddjakarta
WpAddaku
WpAddsenja
WpAddromance
WpAddpkl
WpAddperpisahan

525 Stories

  • Biar Pedih Kenangan Itu : AKU BUKAN PENCURI!!! by Cikyam0603
    Cikyam0603
    • WpView
      Reads 39
    • WpPart
      Parts 1
    Pada usia dua belas tahun, aku belajar bahawa tuduhan yang tidak benar boleh meninggalkan luka yang jauh lebih dalam daripada hukuman. Aku dilantik menjadi pengawas koperasi dan berasa bangga apabila diberi kepercayaan oleh guru. Namun semuanya berubah apabila wang koperasi mula hilang dan sejumlah wang syiling ditemui di dalam begku. Aku tidak mencuri. Wang itu sebenarnya wang yang telah lama aku simpan sejak Darjah 5 untuk membayar kertas lukisan Sains yang belum cukup kutipannya. Namun pada usia semuda itu, aku tidak tahu bagaimana hendak mempertahankan diri. Cerita tentang aku mula tersebar. Aku menangis, malu dan memilih untuk memendam semuanya daripada ibu dan ayah. Hanya selepas aku meminta mereka percaya kepadaku dan berdoa agar Allah menunjukkan kebenaran, akhirnya pencuri sebenar ditangkap. Bertahun-tahun kemudian, aku bertemu semula dengan guru tersebut. Tiada permintaan maaf. Tiada penjelasan. Hanya satu ayat yang selama bertahun-tahun tersimpan dalam hatiku akhirnya aku luahkan. "Cikgu, saya bukan pencuri!" Kini, pada usia tiga puluh sembilan tahun dan setelah aku sendiri menjadi seorang guru, aku semakin memahami bahawa satu tuduhan terhadap seorang kanak-kanak bukan perkara kecil. Sebuah keputusan yang dibuat terlalu cepat boleh meninggalkan luka yang dibawa sehingga dewasa. Ini kisah benar tentang seorang budak perempuan yang pernah kehilangan maruahnya di mata orang lain, tetapi tidak pernah kehilangan kebenaran di dalam dirinya.
  • Biar Pedih Kenangan Itu by Cikyam0603
    Cikyam0603
    • WpView
      Reads 35
    • WpPart
      Parts 1
    Ada kenangan zaman sekolah yang sepatutnya sudah lama berlalu, tetapi masih tinggal dalam ingatan. Ketika berusia sebelas tahun, aku hanya datang ke perpustakaan untuk bertanya bagaimana mahu meminjam sebuah buku. Namun satu tindakan seorang guru telah meninggalkan kesan yang aku bawa hingga dewasa. Bertahun-tahun kemudian, aku pula menjadi seorang guru. Anehnya, pengalaman pahit itu akhirnya mengajar aku tentang guru yang aku mahu jadi-guru yang menegur tanpa menghina, menghukum tanpa menjatuhkan maruah dan tidak membuat murid takut untuk bertanya. Ini bukan sekadar kisah tentang sebuah buku dan seorang budak sekolah. Ini kisah tentang kenangan yang pedih, luka yang tidak mudah hilang dan bagaimana seorang guru memilih untuk tidak mewariskan luka yang pernah diterimanya.
  • Disaat Semua Harusnya Terlupakan by FatimahnurAz
    FatimahnurAz
    • WpView
      Reads 363
    • WpPart
      Parts 9
    sendu yang hilang datang kembali
  • Sisa Waktu di Rumah Kita by sutanazis
    sutanazis
    • WpView
      Reads 2
    • WpPart
      Parts 2
    Bagi Andra, Rania, dan Dika, rumah masa kecil di kampung halaman adalah babak masa lalu yang sudah lama mereka tinggalkan. Terjebak dalam pusaran ambisi, utang bisnis, dan pelarian hidup di ibu kota, ketiganya perlahan tumbuh menjadi orang asing bagi satu sama lain-dan bagi Bapak yang hidup menduda dalam kesunyian. Namun, sebuah pesan singkat dari Bapak memecah kesibukan mereka: "Bapak mau menjual rumah kita. Silakan pulang minggu ini untuk membereskan barang-barang kalian." Pulang dengan amarah dan ego masing-masing, ketiga bersaudara ini berniat menentang keputusan tersebut. Mereka mengira Bapak hanya keras kepala, sampai akhirnya rahasia memilukan itu terkuak di antara sudut-sudut rumah yang mulai berdebu. Bapak tidak sedang mencari keuntungan. Beliau sedang berpacu dengan waktu melawan demensia yang perlahan menghapus sisa ingatannya. Setiap sudut dinding rumah ternyata dipenuhi catatan kecil, dan keputusan menjual rumah adalah cara terakhir Bapak agar tidak menjadi beban sebelum beliau melupakan nama anak-anaknya sendiri. Kini, di bawah atap yang sama, mereka dihantam penyesalan yang terlambat. Saat waktu Bapak terus terkikis dan ingatan beliau perlahan memudar, ke manakah mereka akan pulang ketika sosok yang mereka sebut "Rumah" tidak lagi mengenali wajah anak-anaknya? Sebuah kisah menyayat hati tentang waktu yang terbatas, ketulusan yang terabaikan, dan kesadaran bahwa rumah sejati tidak pernah terbuat dari batu bata, melainkan dari ingatan orang-orang yang kita cintai.
  • Melupakan. by _donthaveaname_
    _donthaveaname_
    • WpView
      Reads 58
    • WpPart
      Parts 2
    Melupakan. Terkadang kita harus melupakan orang agar kita bisa hidup dengan bahagia dan tenang. Namun, melupakan adalah hal yang susah dilakukan banyak orang. Mungkin karena, kenangan kenangan indah yang telah dilalui bersama terlalu indah untuk dilupakan.
  • Penyesuaian Rasa by DesvitaRNM
    DesvitaRNM
    • WpView
      Reads 1,318
    • WpPart
      Parts 9
    Banyak orang yang pernah terluka karna jatuh cinta, yah itu hal biasa jika kamu telah memutuskan untuk jatuh cinta maka kamu harus siap jatuh karena cinta. :))) Berkaryalah sebanyak mungkin buktikan pada mereka yang menyakitimu bahwa kamu jauh lebih baik darinya dan buatlah ia menyesal🌚✨
  • Mek,Benjolan dan Bulan Purnama. by Cikyam0603
    Cikyam0603
    • WpView
      Reads 8
    • WpPart
      Parts 1
    Sebuah catatan benar yang kutulis pada hari ulang tahunku, 6 Mac 2026. Arwah Mek pernah bercerita tentang saat beliau mengandungkan aku, tentang sebiji buah ketereh yang menghilangkan rasa mengidamnya, dan sebuah misteri kecil yang masih kekal bersamaku sehingga hari ini. Namun, di sebalik kisah itu, ini sebenarnya adalah sebuah luahan rindu seorang anak kepada ibunya. Semoga Allah SWT mencucuri rahmat ke atas roh Mek dan menempatkannya dalam kalangan orang-orang yang beriman. **#CatatanBenar**
  • Teman Baru atau Masa Lalu? by windlow22
    windlow22
    • WpView
      Reads 1
    • WpPart
      Parts 1
  • Tulisan Pendek by PrahatMulta
    PrahatMulta
    • WpView
      Reads 11
    • WpPart
      Parts 1
    Berisi tulisan-tulisan yang mungkin tidak memiliki manfaat
  • Bakteri Penginfeksi Kenangan by Ward29
    Ward29
    • WpView
      Reads 241
    • WpPart
      Parts 1
    Aku cukup mengenalnya, dia pria yang cukup terobsesi dengan hujan. dia menyukai hujan dan segala keriuhannya. Baginya hujan adalah ketenangan. "Risa, tau nggak kenapa aku suka hujan?" Aku spontan langsung menoleh ke arahnya, aku sudah berkali kali menanyakan hal ini padanya, tapi dia tak pernah menjawab nya dengan serius. karena bagiku hujan itu...."
  • Quotes zunger by snizunger
    snizunger
    • WpView
      Reads 100
    • WpPart
      Parts 8
    Sekedar kata kata dari seorang yang tak bisa mengungkapkan kata kata
  • Rain dan Rindu by PiePie813
    PiePie813
    • WpView
      Reads 46
    • WpPart
      Parts 3
    Hujan, Hujan, Kenangan dan Rindu . . . Plagiat dilarang mendekat
  • Close Your Eyes by FadlyAziz6
    FadlyAziz6
    • WpView
      Reads 10
    • WpPart
      Parts 1
    I wanna be with you. Lisa you have a nice dream tonight
  • RINDU by julinaika
    julinaika
    • WpView
      Reads 12
    • WpPart
      Parts 1
    Rindu hanya kata itu yang bisa aku ungkapkan saat ini, banyak hal yang aku rindukan darimu, mulai dari hari itu hingga kini aku tak pernah lagi mendengar ocehanmu, kini hari" ku begitu sepi, tak ada yang ngomel ketika aku pulang telat, tak ada yang marah ketika aku salah, tak ada yang minta belikan sesuatu ketika aku pulang kerja😊wajar aku merindukan banyak hal tentang mu, karna yang ada di pikiranku, kamu adalah orang yang kuat💛
  • Bangku dengan Kenangan by nowikanyh
    nowikanyh
    • WpView
      Reads 48
    • WpPart
      Parts 8
    Di balik bangku belakang sebuah kelas SMP, tersimpan kenangan tentang cinta pertama yang tak sempat dimiliki. Bangku dengan Kenangan adalah kisah sederhana namun penuh makna tentang Kenan, seorang remaja yang diam-diam jatuh hati pada Naya-teman sekelas yang tenang, hangat, dan satu-satunya yang dekat dengannya. Dalam diam, perasaan tumbuh. Dalam harap, cinta menguat. Tapi tak semua rasa harus berakhir dalam kepemilikan. Ketika keberanian bertemu kenyataan, Kenan belajar: cinta pertama tak selalu indah, tapi ia selalu abadi dalam ingatan. Sebuah cerita singkat tentang mencintai dalam diam, melepaskan dengan ikhlas, dan merawat kenangan tanpa harus kembali.