zenoardent
Arafa pindah ke kota baru bersama keluarganya, berharap segalanya bisa dimulai dari awal. Tapi dinding rumah baru itu terlalu sunyi-dan terlalu jujur. Ia menyaksikan keluarganya retak perlahan: ayah yang hilang arah, ibu yang membeku, kakak yang mulai menjauh, dan adik yang tak mengerti apa-apa.
Di balik dinding-dinding bisu itu, Arafa menulis, mencatat, mengingat.
Tentang pertengkaran yang tak pernah selesai. Tentang cinta yang datang terlambat.
Tentang perpisahan, yang kadang lebih jujur dari pulang.
Tembok-Tembok yang Mengingat adalah kisah tentang keluarga, luka, dan keberanian untuk memilih diri sendiri-meski itu berarti meninggalkan segalanya.