memoarsenja
Bagaimana jadinya jika cewek independen, terbentuk akibat sistem patriarki di keluarganya, berkelana ke berbagai negara, menjadi ibu bagi banyak orang-orang miskin, dan memutuskan untuk melajang seumur hidup, telah kalah dengan rasa cintanya di umur 30 tahun?
Tentunya, pasti ada rasa sakit, masa lalu, dan bayang-bayang kematian yang mulai pudar dengan indahnya cinta.
Tapi tunggu, cowok seperti apa yang berhasil membuatnya jatuh cinta?
"Mungkin kurasa, cowok itu layaknya semesta. Dia sulit untuk dilihat, diraba, dan disaksikan dengan netra telanjang. Namun senantiasa dirasakan sampai kapanpun."-
***
DISCLAIMER ALERT!
Kesamaan tempat, nama tokoh, dan alur merupakan ketidaksengajaan Author. Sebab, tulisan ini murni dari hasil pemikiranku.
So, let's go to universe, guys!