bensambo19icloudcom
Nadira, gadis kelahiran Bandung, selalu merasa kotanya terlalu sempit untuk menyimpan luka. Sejak kepergian ayahnya saat SMA, Bandung baginya adalah kota penuh kenangan pahit. Namun, di balik deretan kafe tua dan hujan sore yang turun tanpa aba-aba, ia menemukan potongan-potongan hidup yang membentuknya kembali. Dari pertemuannya dengan Adit, fotografer muda yang memburu cahaya di sela kabut Bandung, hingga pada penemuan buku harian lama ibunya yang menyimpan rahasia besar, Nadira mulai melihat Bandung bukan sebagai tempat untuk melarikan diri, tetapi tempat untuk pulang dan memaafkan.