JihanMantee96
Bagi Wonwoo, kebahagiaan itu sederhana: aroma kertas tua dari buku yang ia baca dan kesunyian yang begitu pekat hingga ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Perpustakaan tua di sudut jalan ini adalah benteng pertahanannya. Di sini, di antara rak-rak kayu yang berdebu dan cahaya remang, ia bisa menjadi penulis novel misteri yang tak terlihat oleh dunia.
Namun, kedamaian itu hancur berantakan sejak enam bulan lalu.
Tepat di seberang jalannya yang tenang, sebuah kafe baru berdiri dengan papan nama neon yang terlalu terang dan musik pop yang berdentum hingga menembus kaca jendela perpustakaan. Dan di sanalah sumber masalahnya: Mingyu.
Mingyu adalah definisi dari "kebisingan". Ia bisa tertawa sangat keras sambil mengocok gelas kopi, menyapa setiap orang yang lewat dengan energi yang berlebihan, dan entah bagaimana-selalu punya alasan untuk menyeberang jalan hanya untuk menawarkan "kopi eksperimen" terbarunya kepada Wonwoo.
Satu orang mencintai kesunyian buku-buku tua, satu orang lagi hidup di antara bisingnya mesin kopi dan tawa pelanggan.
Wonwoo pikir, gangguan Mingyu adalah hal terburuk yang bisa terjadi pada hidupnya. Sampai suatu pagi, sebuah surat resmi tertempel di pintu depan perpustakaan tua itu, mengancam akan meratakan satu-satunya tempat persembunyiannya dengan tanah.
Dan saat Wonwoo merasa dunianya akan berakhir dalam keheningan, Mingyu datang menerjang pintu perpustakaannya dengan senyum lebar dan ide gila yang sama sekali tidak tenang.