amorasuneyzel
Alex, pria berusia dua puluh enam tahun, mewarisi keahlian mendaki gunung dari pamannya.
Ia sudah mendaki banyak gunung sejak berusia dua puluh satu tahun.
Alex pernah tidak sengaja menemukan buku harian pamannya. Pamannya selalu menuliskan pengalamannya selama mendaki di dalam buku itu.
Di halaman terakhir, ia menemukan tulisan pamannya yang menceritakan bahwa sang paman tanpa sengaja menemukan sebuah tempat misterius.
"Agarta? Aku tidak percaya akan tempat-tempat konyol seperti itu," ucap Alex dengan acuh tak acuh.
Tiba-tiba, ia merasa ingin mendaki gunung terakhir pamannya, gunung Shasta. Ia menolak untuk mendaki bersama teman-temannya.
Bukan, karena penasaran dengan tempat bernama Agarta, namun karena ia ingin bermalam sendirian di gunung itu, agar ia bisa melepaskan rasa rindu terhadap sang paman.
Akan tetapi, bukan hanya pengalaman mendaki yang ia dapatkan. Justru, pengalaman di tempat yang selama ini ia tidak percaya akan keberadaannya.