seangeels
Rania tidak pernah memiliki keberanian untuk menjadi orang yang lebih dulu mengungkap perasaannya. Terlebih lagi, bagi Angga, ia selalu hanyalah adik tingkat yang sudah dikenalnya sejak lama-seseorang yang mungkin bahkan tidak pernah ia lihat dengan cara yang sama.
Mungkin itu adalah kesalahan besar yang pernah ia lakukan. Tidak pernah mengatakan apa-apa, tidak pernah memberi kesempatan pada perasaannya sendiri untuk setidaknya didengar.
Mungkin kedepannya Rania hanya perlu memutuskan untuk tidak mengingatnya lagi. Lagipula, Angga sebentar lagi akan menikah. Bukankah lebih baik ia fokus pada hal-hal yang memang lebih penting dalam hidupnya? Seperti perlahan belajar melepaskan sembari menyembuhkan luka kecil yang selama ini ia simpan diam-diam.
❁❁❁
Raditya sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan wanita itu lagi kemarin sore. Bahkan perkenalan singkat di lobby rumah sakit sebelumnya nyaris terlupakan. Namun, ketika mereka bertemu kembali, potongan kejadian sore itu muncul dengan jelas.
Raditya sudah bertemu banyak perempuan, tapi Rania membuat mereka turun satu peringkat. Rania cantik, pintar, dan berkelas.
Saat bertemu kemarin, ada hal lain yang membuat Raditya menaruh perhatian penuh saat pesta pernikahan kemarin. Bukan karena penampilannya yang menarik perhatiannya. Justru saat bertemu di gazebo, kala mereka sedang berbincang.
Terlihat dari binar matanya yang tajam saat menanggapi ucapan Raditya. Seolah menyimpan sesuatu yang tidak ia tunjukkan. Rania mungkin tidak menampakkan secara terang-terangan, tapi feeling Raditya kuat soal itu, instingnya menuntun untuk menaruh perhatian lebih.