Akissscyra
Aku pernah yakin bahwa kehilangan adalah bagian paling sulit dari mencintai seseorang.
Sampai seseorang yang pernah menjadi rumah bagiku pergi, meninggalkan luka yang membuatku berjanji untuk tidak pernah membuka hati lagi.
Sejak saat itu, aku memilih hidup tanpa kemungkinan.
Tidak ada kencan.
Tidak ada percakapan hingga larut malam.
Tidak ada seseorang yang boleh mengenalku terlalu dalam.
Karena menurutku, tidak mencintai siapa pun jauh lebih mudah daripada harus kehilangan seseorang untuk kedua kalinya.
Sampai Elian Ardhana datang.
Pertemuan kami sederhana. Tidak ada sesuatu yang istimewa. Hanya percakapan singkat yang perlahan berubah menjadi kebiasaan, lalu menjadi penantian, hingga akhirnya menjadi perasaan yang tidak lagi bisa kuabaikan.
Semakin aku mencoba menjaga jarak, semakin dekat Elian terasa.
Dan semakin dekat dia, semakin besar ketakutan yang selama ini kusembunyikan.
Karena aku tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang.
Aku juga tahu bagaimana rasanya ketika cinta itu berakhir.
Namun kali ini, aku dihadapkan pada sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada patah hati-
kemungkinan bahwa aku mungkin benar-benar bisa bahagia lagi.
Di antara masa lalu yang belum sepenuhnya kutinggalkan dan perasaan baru yang tidak berani kuakui, aku harus menemukan jalan keluar dari labirin yang selama ini kubangun sendiri.
Tapi bagaimana jika jalan keluarnya bukan dengan meninggalkan Elian?
Bagaimana jika, untuk pertama kalinya, aku tidak perlu mencari jalan keluar?
Bagaimana jika tersesat bersamanya justru adalah jalan yang selama ini kucari?