1anprayxz
Di mata orang lain, mereka hanyalah dua remaja yang bersama dalam keheningan.
Tak ada pengakuan, tak ada kata-kata manis, bahkan tak pernah ada kalimat cinta yang terucap. Namun, cara mereka saling memperhatikan, mengingat hal-hal kecil, dan selalu hadir saat satu sama lain saat membutuhkan sudah cukup untuk membuat semua orang memahami perasaan yang tersimpan di antara keduanya.
Mereka percaya bahwa kebersamaan itu akan berlangsung selamanya. Hingga sebuah fakta keluarga mengungkap bahwa mereka masih memiliki hubungan darah sebagai kerabat jauh. Sejak saat itu, perasaan yang selama ini tumbuh diam-diam hanya dapat disimpan sebagai kenangan.
Sebab terkadang, cinta tidak berakhir karena hilang. Ia berakhir karena takdir tidak mengizinkannya untuk dilanjutkan.