Pesantren Stories

Refine by tag:
pesantren
WpAdddị
WpAddpondok
WpAddsantri
WpAddjual
WpAddlifeskill
WpAddjatim
WpAddkeranda
WpAddtempat
WpAddkain
WpAddtutup
WpAddkurikulum
WpAddmayat
WpAddbuat
WpAddmandi
WpAddputra
WpAddpabrik
WpAddislami
WpAddsmp
WpAddkhusus
pesantren
WpAdddị
WpAddpondok
WpAddsantri
WpAddjual
WpAddlifeskill
WpAddjatim
WpAddkeranda
WpAddtempat
WpAddkain
WpAddtutup
WpAddkurikulum
WpAddmayat
WpAddbuat
WpAddmandi
WpAddputra
WpAddpabrik
WpAddislami
WpAddsmp
WpAddkhusus

404 Stories

  • Di Antara Nasihat dan Tatapan by hannideswita
    hannideswita
    • WpView
      Reads 179
    • WpPart
      Parts 12
    Di Pesantren Fathah Mu'min, aturan bukan sekadar tulisan di papan pengumuman hidup dalam kebiasaan, adab, dan tatap mata yang ditundukkan. Eliza Lahtani datang sebagai santriwati baru yang pintar, cerdas, modern, tapi juga ceroboh. Eliza mampu memahami pelajaran lebih cepat dari kebanyakan orang, berani bertanya, berani berpendapat. Namun keberanian itu sering membuatnya ceroboh,salah langkah, salah ucap, dan kadang tak sadar sudah melanggar batas-batas kecil yang bagi pesantren adalah harga diri. Di balik semua itu, Eliza menyimpan satu niat yang diam-diam dia jaga rapat yaitu menjadi perempuan salihah tanpa kehilangan dirinya sendiri. Lalu ia bertemu seseorang yang membuat ritme hidupnya berubah pelan-pelan. Bukan sosok yang memikat dengan rayuan, justru yang hadir dengan tenang, bicara seperlunya, dan menegur tanpa merendahkan. Nasihatnya singkat tapi terasa tepat sasaran, seolah bisa menebak kegaduhan yang Eliza sembunyikan di balik senyumnya. Eliza yang biasanya santai mendadak belajar menahan diri: menata adab, merapikan niat, dan mengulang-ulang pertanyaan yang sama di kepalanya kenapa satu tatapan bisa membuat hati seramai itu? Ketika amanah pesantren mempertemukan mereka lebih sering, Eliza mulai sadar bahwa perasaan ini bukan sekadar baper santri baru. Ada batas yang harus dijaga, ada nama baik yang dipertaruhkan, dan ada ujian yang tidak bisa diselesaikan dengan kecerdasan semata. Di tengah bisik-bisik teman, tugas-tugas yang menuntut kedewasaan, dan rahasia yang tanpa sengaja ia ketahui, Eliza harus memilih: menahan rasa sampai padam, atau memperjuangkannya dengan cara paling bersih tanpa melukai adab, tanpa membuat pesantren menjadi rumor, dan tanpa mengkhianati niatnya sendiri. Karena Eliza hanya ingin belajar... tapi kenapa yang kupelajari justru namamu?
  • TRAI Z (ON GOING) by bagusstory556
    bagusstory556
    • WpView
      Reads 1,356
    • WpPart
      Parts 37
    "Gue yang jadi inceran"ujar Satria yang membuat Ziyan dan Nazwa terkejut mendengarkan pernyataan itu. Dunia runtuh ketika sebuah pondok pesantren menerima pasien misterius yang datang bersama dua sosok tak dikenal. Tak butuh waktu lama, teriakan berubah menjadi gigitan, doa berubah menjadi kepanikan. Wabah zombie menyebar tanpa ampun, menelan siapa pun yang lengah. Di tengah kehancuran itu, Satria dipaksa bertahan hidup bersama Ziyan, Raisa, dan Nazwa. Mereka bertemu bukan karena takdir yang indah, tapi karena merekalah sedikit manusia yang masih bernapas di dunia yang sekarat ini. Hari demi hari berlalu. Kota membusuk, harapan menipis, dan para zombie mulai bermutasi-lebih cepat, lebih cerdas, lebih kejam. Saat mereka berusaha mencari sumber bencana dan orang-orang berpengaruh di baliknya, teror terus memburu, merenggut nyawa satu per satu. Kepercayaan mulai retak, kecurigaan tumbuh, dan rahasia-rahasia gelap perlahan muncul dari orang-orang yang selama ini mereka anggap aman. Hingga suatu saat, di tengah hujan darah dan reruntuhan iman, Satria berhadapan dengan sosok yang tak seharusnya masih hidup. "Akhirnya kita bertemu kembali," ucap zombie itu sambil menatapnya. Kalimat berikutnya membuat dunia Satria benar-benar hancur. Mutasi zombie, Pemimpin para zombie kini harus Satria lawan, Sampai mendapat aliansi dari pemimpin para zombie. Cinta, Pertemanan, Kehilangan dan teror kini harus di selesaikan!
  • مــــشــــرفــــة by Pubionee_
    Pubionee_
    • WpView
      Reads 89
    • WpPart
      Parts 1
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Dugem nggak pantes Main Judi nggak paham Joget kaku Minum alkohol nggak pernah Main cowok nggak level Emang paling pantes jadi Ustadzah aja aku mah IZIN ..... --- Start: 17 April 2026 © Copyright 2026 Musrifah by Pubione
  • Mas Gus Dokter by nscamell
    nscamell
    • WpView
      Reads 7,023
    • WpPart
      Parts 6
    "Panggil saya sayang, mas, zauji, akang, aa" pinta Naufal "S3 lah mau manggil apa juga" bantah Maira "S3?" beo Naufal "Suka Suka Saya!" Penasaran lanjutannya? Baca lahhh
  • Bentuk Lain. by betelgeusemine
    betelgeusemine
    • WpView
      Reads 217
    • WpPart
      Parts 6
    Sebelumnya, Perkenalkan namaku Zinedine, Aku adalah siswi yang paling rasional di sekolahku. Diamata orang aku begitu sempurna, Aku cantik, Kaya, dan penuh pesona. apa yang kurang? Tapi semua berubah! Hanya karena dia. Manusia dingin yang tidak tahu arti cinta dan kasih sayang.
  • NYL-Lauren .A.P. by Naylahafiza
    Naylahafiza
    • WpView
      Reads 1,243
    • WpPart
      Parts 8
    Seorang bad girls di sekolahnya dengan sejuta pesonanya yang mampu mengikat hati para Kaum Adam.Namun di balik itu semua dia memiliki luka yang Amat besar tanpa bisa diobati dengan apapun,dan juga keputusan papinya yang memasukan dia ke pondok pesanten dan menemukan cinta yang menyakiti dirinya sendiri Maaf jika ada kesamaan Nama tokoh.No plagiat plagiat.
  • Origami by irfannazhran
    irfannazhran
    • WpView
      Reads 84
    • WpPart
      Parts 2
    Kumpulan cerpen yang saya buat sejak dulu sampai hari ini. Dari pada berakhir di file, lebih baik saya kumpulkan dan posting di sini agar bisa dinikmati.
  • Ning Sarah by user07151512
    user07151512
    • WpView
      Reads 193
    • WpPart
      Parts 1
    Novel ini menceritakan sebuah kisah percintaan seorang santri di sebuah pesantren. Kisah yang didalamnya banyak ilmu agama dan juga ilmu hikmah yang bisa kita ambil.
  • Rintihan Pena (Cerpen) by zahroil
    zahroil
    • WpView
      Reads 26
    • WpPart
      Parts 1
    Berita itu menyebar luas. Aku tau berita bohong. Mereka sengaja menciptakannya untuk membuat mereka resah. Ingin sekali kutulis sesuatu agar berita itu tak lagi mengganggu kedamaian pesantren kami. Ya, ayah selalu mengajarkan tentang nikmatnya menulis. Mengungkapkan rasa, menyebarkan informasi. Dan hari ini, aku sadar betul. Tulisan bisa berarti dua hal. Bisa membantumu mendapatkan informasi, atau menghancurkan hidupmu hingga ke akar dengan jutaan kebohongan yang sengaja dicitakan. Menjatuhkan, dan efeknya sungguh mengerikan. Seperti saat itu, saat ayahku menghilang. Dan tak pernah kembali. - Rara
  • Hub  085-847-461-797 Wa, Produsen Jilbab Pondok Pesantren Jokam di Pondok Gede by harumsurgawi
    harumsurgawi
    • WpView
      Reads 43
    • WpPart
      Parts 1
    Hub 085-847-461-797 Wa, Produsen Jilbab Pondok Pesantren Jokam di Pondok Gede
  • Hikayat Kupu-Kupu by luthfianshorie
    luthfianshorie
    • WpView
      Reads 60
    • WpPart
      Parts 1
    "Aku sudah terlanjur menjadi kupu-kupu, kawan. Sayapku memang tidak sempurna, tapi pikiranku sudah terlanjur dihiasi oleh buaian keindahan dunia luar. Akan sulit bagiku untuk kembali menjadi kepompong. "