oliviazhra14
Persahabatan yang kuat dibangun dengan kepercayaan dan kejujuran. Namun, terkadang berkata jujur membutuhkan keberanian, terutama ketika kejujuran itu dapat membuat kita kehilangan sahabat.
Di sebuah sekolah, ada dua sahabat bernama Rani dan Salsa. Mereka sudah bersahabat sejak kelas tujuh. Mereka selalu belajar bersama, mengerjakan tugas bersama, dan saling membantu ketika mengalami kesulitan.
Suatu hari, guru mereka memberikan tugas kelompok berupa membuat poster untuk mengikuti lomba antar kelas. Rani bertugas membuat gambar, sedangkan Salsa bertugas menulis isi poster. Mereka sangat bersemangat karena ingin memenangkan lomba tersebut
Sehari sebelum dikumpulkan, Salsa meminta Rani untuk memeriksa poster yang sudah dibuat. Rani melihat ada beberapa tulisan yang salah dan kurang rapi. Namun, ia merasa tidak enak hati untuk mengatakan kepada Salsa karena Salsa sudah bekerja keras.
"Menurut kamu, posternya sudah bagus, kan?" tanya Salsa dengan penuh harap.
Rani hanya tersenyum dan menjawab, "Iya, sudah bagus."
Keesokan harinya, guru memeriksa poster mereka dan menemukan beberapa kesalahan. Guru meminta mereka memperbaikinya sebelum lomba dimulai. Salsa merasa kecewa dan bertanya kepada Rani mengapa ia tidak memberitahunya sejak awal.
Rani akhirnya memberanikan diri untuk berkata jujur.
"Maaf, Salsa. Sebenarnya kemarin aku melihat ada beberapa kesalahan di poster kita. Aku takut kamu kecewa kalau aku mengatakannya, jadi aku memilih diam," kata Rani.
Salsa terdiam. Ia sempat merasa kecewa karena Rani tidak jujur kepadanya. Namun, setelah berpikir, Salsa menyadari bahwa Rani tidak bermaksud buruk.
"Kamu seharusnya jujur sejak awal, Ran. Aku memang mungkin kecewa, tapi aku lebih kecewa kalau kita kalah hanya karena kita tidak saling jujur," jawab Salsa
Rani meminta maaf kepada Salsa. Mereka kemudian memperbaiki poster bersama-sama. Kali ini, mereka saling memberikan pendapat dengan jujur tanpa takut menyinggung perasaan satu sama lain.