Seni Stories

Refine by tag:
seni
WpAddscovilla
WpAddgrid
WpAddkursus
WpAddrupa
WpAddlukis
WpAddtangerang
WpAddserang
WpAddlebak
WpAddmelukis
WpAdddị
WpAddjakarta
WpAdddan
WpAddgambar
WpAddkarya
WpAddkayu
WpAdddewasa
WpAddmerupakan
WpAddonline
WpAddtempat
seni
WpAddscovilla
WpAddgrid
WpAddkursus
WpAddrupa
WpAddlukis
WpAddtangerang
WpAddserang
WpAddlebak
WpAddmelukis
WpAdddị
WpAddjakarta
WpAdddan
WpAddgambar
WpAddkarya
WpAddkayu
WpAdddewasa
WpAddmerupakan
WpAddonline
WpAddtempat

314 Stories

  • Sajak Badai I La Galigo by KharisDwiI
    KharisDwiI
    • WpView
      Reads 142
    • WpPart
      Parts 1
    Puisi dan Sajak Kharis D.I
  • [✔︎] Blindfold by Rizkicantika
    Rizkicantika
    • WpView
      Reads 18
    • WpPart
      Parts 1
    ☘︎ ᥴꫀ𝘳ρꫀꪀ ☘︎ Seni yang terlewatkan untuk Lavender pelajari adalah luruhkan hati atas gengsi maka akan ada sesuatu yang lebih indah di suatu waktu. Dan lukisan hidup yang ia lewatkan kesempurnaannya adalah menikmati pahatan paras sang pria pirang, Owen. Setidaknya sekarang aliran afeksi bak cat yang diguyurkan pada kanvas itu bersedia menemaninya untuk hidup secara sukarela. 181221 Copyright Ⓒ︎ 2021, Rizkicantika
  • JATUH DAN PATAH by aswat20
    aswat20
    • WpView
      Reads 248
    • WpPart
      Parts 9
    Ketika kamu mulai menginginkan seseorang hadir dalam hidupmu, jatuh hati dan patah hati adalah konsekuensi yang tak terhindarkan
  • Benteng Harapan by MustamirSultan
    MustamirSultan
    • WpView
      Reads 15
    • WpPart
      Parts 1
    Kebanyakan anak muda pada masa kini menganggap bahwa tak punya pacar merupakan kondisi dimana mereka menjadi kaum minoritas dikalangan teman sejawatnya, entah karena paradigma mereka yang salah atau mungkin cara berfikir yang telah dikonstruk oleh lingkungan pada era global ini.
  • Kesedihan yang terlampau di Rahasiakan Nila ksuma by Pusvidefi
    Pusvidefi
    • WpView
      Reads 10
    • WpPart
      Parts 1
    Kesedihan yang terlampau di Rahasiakan Nila ksuma Jika ibu berkata, masa lalu adalah sumber kebahagiaan itu adalah kebohongan yang benar, sebab kelampauan yang dimiliki ibu, bagai sekumpulan capung bermata lembam yang gemar memilin kesedihan. "Ibu, apakah kau bahagia selepas menikahi bapak? sewaktu melata bibir, memperkeruh adakah cinta yang purba, sedang rumah yang dibangun tanpa ada gantungan dan tiang perasaan yang saling tertautkan. Bahagiaku tak terkira, Nak, Bersuami pekeja keras nan setia, " ucap ibu terbata // Selepas itu, aku kerap menatap ibu memenung diri, merayakan hari-hari sepi dan waktu menjelma bak burung yang terkukung disangkar emas "ibu, kenapa kau bersedih? tanyaku tak henti "tidak ada kesedihan yang tidak bersebab, Nak. Sedang Usiamu yang seumur jagung tidaklah tepat untuk kudendang ratap yang tak berkesudah bermainlah dengan usia, sebab hitungan waktu tidak dapat diputar, Serta kenangan hanya kepakan kupu-kupu yang terbang seiring waktu berjalan, ibu merengkuh, berlalu dengan mata bertabur linang. Pangkalan Kerinci, 20/11/16
  • The Taste of Sun: Infinite Palette by VieRachma0
    VieRachma0
    • WpView
      Reads 33
    • WpPart
      Parts 3
    "When the sun and moon meet, even the coldest structure finds its warmth." - Sun & Moon (NCT 127) "Hidupku adalah garis lurus yang presisi. Lalu kamu datang dan menumpahkan warna di atas cetak birunya." Arka Satria adalah penganut paham struktur. Baginya, dunia ini dibangun di atas beton abu-abu, perhitungan beban yang matang, dan logika tanpa cela. Sebagai mahasiswa arsitektur jenius yang tertutup, ia tidak butuh variabel tidak terduga dalam hidupnya. Lalu hadirlah Ghia Aurora. Mahasiswi seni yang hidup di antara percikan cat air dan teori warna yang abstrak. Bagi Ghia, garis Arka terlalu kaku, dan dunianya terlalu pucat. Pertemuan mereka di kompetisi desain nasional adalah sebuah bencana. Arka yang sombong mematahkan argumennya, namun sebuah hukuman dosen justru memaksa mereka bekerja dalam satu studio yang sama. Di antara aroma kopi pahit, dinginnya dinding beton, dan ambisi yang membumbung tinggi, Arka mulai menyadari sesuatu. Ghia bukan sekadar gangguan. Dia adalah "cahaya" yang masuk melalui retakan dunianya yang gelap. Namun, saat pameran terbesar mereka sudah di depan mata, sebuah sabotase memaksa mereka memilih: mengorbankan idealisme masing-masing, atau membiarkan "matahari" mereka padam sebelum sempat bersinar. Ini adalah tentang pertemuan antara logika dan intuisi. Tentang rasa pahit yang perlahan berubah manis. Tentang Arka yang akhirnya menemukan bahwa warna paling indah justru muncul di saat paling kacau. "Aku nggak butuh dunia menyukaiku, asal kamu ada di palet warnaku."