im_seil
FanFic H2H
Delapan sepupu. Satu meja kantin. Satu rumah nenek yang selalu jadi tempat pulang tiap Minggu.
Carmen adalah yang paling tua, tempat semua orang pulang ketika butuh didengarkan. Masalahnya, saat semua orang sibuk mencari arah, Carmen sendiri justru masih berdiri di persimpangan antara jalan sains yang masuk akal dan musik yang diam diam selalu menjadi rumah bagi hatinya.
Di sebelahnya ada Jiwoo, si nomor dua yang hidupnya harus rapi, terjadwal, dan terkendali. Sampai suatu hari dia sadar, mungkin selama ini yang paling sulit dia kendalikan justru dirinya sendiri.
Turun satu angkatan, ada Yuha yang terlihat dingin padahal hanya tidak pernah pandai menunjukkan rasa sayang. Stella yang paling berisik di antara mereka, menyembunyikan ketakutan bahwa mimpi bermusiknya tak akan pernah dianggap serius. Dan Juun yang terlalu sibuk memastikan semua orang baik baik saja, sampai lupa bahwa dirinya juga berhak ditanyakan hal yang sama.
Lalu ada tiga si paling muda, Yeon, Ian, dan Ana.
Satu circle yang selalu terlihat paling ceria, paling ribut, dan paling gampang membuat suasana hidup. Padahal di balik tawa mereka, ada ketakutan masing masing. Takut dianggap belum cukup dewasa untuk mengerti apa apa, terlalu memikirkan omongan orang sampai sulit tidur, atau terjebak sebagai si penghibur yang tak pernah ditanya bagaimana perasaannya sendiri.
Mereka tumbuh dengan rumah yang besar, mobil yang mewah, dan nama keluarga yang berat untuk dibawa.
Tapi pada akhirnya, mereka cuma anak anak yang sedang belajar tumbuh dewasa.
Mereka ingin didengarkan.
Ingin dimengerti.
Dan mungkin lebih dari apa pun, ingin punya satu tempat di mana mereka boleh berhenti berpura pura baik baik saja.
Delacroix Family.
Satu rumah yang tidak pernah benar benar sepi.
Tentang makan malam yang berakhir jadi debat.
Tentang pintu kamar yang dibanting lalu dibuka lagi lima menit kemudian.
Tentang mimpi yang terlalu besar, rasa takut yang terlalu dalam, dan pert