Putqilaas
*The Library at the End of the Story*
Aira Veyne tidak pernah menganggap dirinya istimewa.
Di usia enam belas tahun, perpustakaan adalah satu-satunya tempat yang selalu terasa seperti rumah baginya-tempat ia bisa bersembunyi dari dunia yang terlalu bising dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah memiliki jawaban. Sampai suatu sore ketika hujan turun terlalu lama, Aira menemukan sesuatu yang seharusnya tidak pernah ada.
Sebuah laci tersembunyi.
Di dalamnya terdapat sebuah buku tanpa judul. Tidak ada nama penulis, tidak ada penerbit, bahkan tidak ada satu pun catatan tentang dari mana buku itu berasal. Namun halaman-halamannya berisi kisah perjalanan seorang gadis bernama Evelyn Veyra.
Nama yang entah mengapa terasa begitu akrab.
Di halaman terakhir, Aira menemukan sebuah pesan:
*Kalau kau sudah sampai di sini, berarti aku gagal.*
Sejak saat itu, dunia yang Aira kenal perlahan retak.
Sebuah pintu membawanya menuju The Elsewhere, dunia tersembunyi tempat hal-hal yang telah dilupakan manusia masih hidup-nama yang hilang, kenangan yang ditinggalkan, bayangan yang tak lagi memiliki pemilik, dan cerita-cerita yang seharusnya sudah berakhir.
Untuk menemukan kebenaran, Aira harus mengikuti jejak perjalanan Evelyn melalui tujuh tempat yang mustahil: City That Forgot Its Name, Forest of Borrowed Shadows, Station That Never Arrives, House Beneath the Lake, Market of Lost Things, Clockwork Cathedral, hingga tempat terakhir yang hanya disebut dalam potongan-potongan catatan:
The Library at the End of the Story.
Namun semakin jauh Aira berjalan, semakin banyak hal yang terasa salah.
Mengapa Evelyn pernah berada di sana?
Mengapa perjalanan itu berhenti sebelum mencapai tujuan terakhir?
Dan mengapa semua petunjuk seolah-olah memang ditinggalkan untuk Aira?
Aira segera menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar tentang menemukan seseorang yang hilang. Ada sesuatu yang telah dihapus dari ingatannya-sesuatu yang berkaitan dengan