Gitaf25
Pertama kali mereka bertemu ketika dia berusia 13 tahun, masih sangat muda memang.
Mereka bertemu bukan karena kebetulan, tetapi sang Waktu yang mendorong takdir mempertemukan mereka. Perkenalan mereka berjalan sangat cepat, hari demi hari kemudian menjadi rutinitas saling memberi kabar.
Mereka saling menghampiri, menghibur bahkan saling menyanyangi.
sangat jarang mereka berselisih walau sang Waktu sangat dekat dengan mereka.
hingga suatu hari, mereka saling meninggalkan. Ini adalah permulaan antara waktu dan mereka. Dia tidak pernah berniat mengingat bagaimana sebuah percakapan itu berakhir.
Diantara sang Waktu dan takdir datanglah jarak. Tetapi untuk seseorang yang tidak percaya akan cinta, melainkan takdir. jarak bukan suatu masalah.
Dia selalu punya waktu untuk mengetahui kabarnya.
Aku menyukai apa yang ia sukai,
Aku membenci apa yang ia benci,
Aku bahkan mendengarkan apa yang kamu dengarkan.
Ini adalah hal terindah yang ia miliki untuk seseorang.
Tidak banyak yang bisa dilakukan, Jika pun bisa bertanya kapan waktunya?
Waktu sendirilah yang tidak akan tega menjawabnya.
Karena sekarang, sang Waktu berada sudah sangat jauh.