pimpipawww
"Aku tidak pernah memintanya untuk berjuang. Aku hanya memintanya untuk pulang."
Jana tahu, sejak awal mereka adalah dua garis yang tidak seharusnya bersinggungan. Ghaza adalah langit-ambisius, dominan, dan selalu punya tempat di hati keluarganya. Sementara Jana hanyalah sebuah topeng yang berjalan; pintar di depan publik, namun penuh dengan gejolak kekanak-kanakan yang hanya ia tunjukkan saat mereka berdua saja.
Cinta mereka bukan tentang jatuh, tapi tentang bagaimana mereka membangun rumah di atas tanah yang dilarang.
Selama bertahun-tahun, Jana menanti Ghaza di lapangan basket, di bangku kelas, hingga ke koridor universitas. Ketika akhirnya Ghaza menggenggam tangannya dan berkata, "selamanya", Jana mengira ia telah memenangkan takdir. Ia pikir, dengan menjadi seseorang yang diinginkan Ghaza, ia akan aman.
Namun, Jana menemukan satu rahasia di balik pintu rumah Ghaza yang tidak pernah tertulis dalam buku mana pun.
Ini bukan tentang cinta yang kandas karena takdir, tapi tentang cinta yang sengaja dimatikan sebelum ia benar-benar tumbuh menjadi kutukan.