Yeppomin
Di usia yang terlalu muda untuk menjadi raja, Lee Hwan naik takhta dan dijuluki Horang-harimau istana yang memerintah dengan ketegasan dan jarak. Baginya, kekuasaan adalah satu-satunya cara bertahan, dan pernikahan hanyalah alat untuk menstabilkan kerajaan.
Sementara itu, Choi Yeonhwa, putri Perdana Menteri, tumbuh di tengah intrik politik istana. Ia dikenal lembut dalam tutur kata, namun teguh dalam prinsip. Seperti teratai yang mekar dari lumpur, Yeonhwa memahami bahwa perjodohannya dengan sang raja bukanlah pilihan hati, melainkan takdir yang harus dihadapi dengan keberanian.
Pernikahan mereka menyatukan harimau dan bunga-kekuasaan dan ketulusan. Di balik dinding istana yang dipenuhi rahasia, pengkhianatan, dan perebutan pengaruh, Yeonhwa menjadi satu-satunya wanita yang berani menatap mata sang raja tanpa gentar. Perlahan, Lee Hwan menyadari bahwa kekuatan sejati tidak selalu lahir dari taring dan perintah, melainkan dari bunga yang memilih bertahan di sisinya.
Ketika takhta, darah, dan cinta saling berbenturan,
akankah sang harimau mempertahankan mahkotanya-
atau menurunkan taringnya demi satu bunga yang berani mekar di musim dingin?