fslsbl_
Titik Percik Air adalah kisah tentang janji yang diucapkan terlalu mudah, namun dilupakan tanpa rasa bersalah. Setiap janji yang tak ditepati menjelma menjadi percik air mata-jatuh perlahan, berulang, hingga membentuk genangan trauma yang dalam. Tokohnya hidup dengan ingatan tentang cinta yang pernah terasa hangat, tetapi menyisakan luka karena pengalaman relasi yang melukai batas batin dan rasa aman. Ia takut pada kata "jatuh cinta", karena baginya cinta pernah menjadi ruang yang membuatnya kehilangan diri sendiri.
Cerita ini bergerak di antara rasa bersalah yang membelit saat ia akhirnya berani mengungkapkan apa yang pernah terjadi-sebuah pengakuan yang terasa seperti pengkhianatan pada masa lalu, namun sekaligus jalan menuju pemulihan. Ketakutan, diam, dan air mata saling bersahutan, tetapi di sela-selanya tumbuh upaya untuk bangkit: belajar memaafkan diri, menegakkan batas, dan merawat luka tanpa menyangkalnya.
Melalui bahasa yang puitis dan sunyi, Titik Percik Air bukan sekadar kisah cinta yang patah, melainkan perjalanan menemukan kembali keberanian-bahwa bangkit tidak selalu berarti melupakan, melainkan berani hidup berdampingan dengan ingatan, sambil perlahan percaya bahwa diri ini tetap layak dicintai.
note : ini cerita ke 14 ku tetapi ku publish duluan