meiwaa
Aluna Nadeline, di bawah gemerlap lampu malam dan dengan dinginnya rintikan hujan yang menyelimutinya. Sunyi, sangat sunyi sampai ia bisa mendengarkan isi kepalanya sendiri. Kakinya lelah, bertahan menopang hidup untuk sebuah kebahagiaan, saat dunia tak lagi menyediakan dirinya untuk tetap tinggal. Ia melangkah, menuju kegelapan abadi yang akan menjadi tempat peristirahatan yang paling ia inginkan.
Ezrafael Mavino, memeluk gadis kecilnya dengan penuh kehangatan, bagai matahari yang sempat tenggelam menarik kembali dirinya yang sudah hampir terjatuh dalam kegelapan.
Di antara derasnya hujan, gemetarnya tangan,dan pelukan yang menyelamatkan. Ada sosok yang perlahan pulih dari jurang kematian.