KazukiIntan_
Ada orang yang datang lalu pergi. Ada juga yang datang dan menetap. Namun, ada satu jenis kehilangan yang jauh lebih sulit dijelaskan, ketika seseorang tetap ada, tetapi tak pernah benar-benar menjadi milik kita.
Cerita ini mengikuti dua insan yang dipertemukan oleh waktu, tumbuh dalam percakapan-percakapan sederhana, dan perlahan menjadi tempat pulang satu sama lain. Di antara tawa, malam-malam panjang, dan harapan yang diam-diam tumbuh, mereka menemukan kenyamanan yang tidak pernah mereka cari sebelumnya.
Namun hidup tidak selalu berpihak pada perasaan.
Tak ada perpisahan yang jelas. Tak ada kata selamat tinggal yang benar-benar diucapkan. Yang tersisa hanyalah jarak yang perlahan tercipta, kesibukan yang tak lagi bisa dibagi, dan perasaan yang terus bertahan meski hubungan mereka tidak lagi sama.
Di antara kenangan yang masih hidup dan harapan yang belum sepenuhnya mati, mereka harus belajar menerima bahwa tidak semua orang yang hadir dalam hidup kita ditakdirkan untuk tinggal.
Sebuah kisah tentang cinta yang tidak sempat memiliki nama, tentang kehilangan tanpa kepergian, dan tentang seseorang yang tidak pernah benar-benar pergi-tetapi juga tidak pernah benar-benar tinggal.
"Kadang yang paling menyakitkan bukanlah ditinggalkan, melainkan menyadari bahwa sejak awal, mereka memang tidak pernah tinggal." - Nara Astera