Yuna_Fujiwara2428
Kurosawa Akira, seorang siswa SMA tahun kedua di kota kecil pinggiran Tokyo, telah lama menyimpan perasaan pada Takahashi Yui gadis yang duduk dua bangku di depannya di kelas. Selama dua tahun, Akira hanya memperhatikan dari jauh: cara Yui mengikat rambutnya dengan pita merah muda, kebiasaannya membaca buku di perpustakaan saat jam istirahat, dan senyumnya yang selalu ia berikan pada semua orang, kecuali padanya.
Musim gugur tahun itu, angin mulai membawa udara dingin dan daun-daun sakura musim gugur bunga cosmos mulai bermekaran di tepi jalan. Namun, kabar yang datang justru lebih dingin dari angin Oktober Yui akan pindah rumah ke Hokkaido dalam tiga hari.
Akira tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia tidak akan pernah memiliki kesempatan lagi. Dengan jantung berdebar, ia mengayuh sepeda tua warisan ayahnya menyusuri jalan yang akrab, melewati taman kota tempat mereka pernah bertemu tanpa sengaja, dan toko roti tempat Yui sering membeli roti cokelat. Setiap putaran pedal adalah doa agar ia bisa bertemu sebelum gadis itu pergi.
Saat ia tiba di rumah Yui, truk pindahan sudah menutup bagian belakangnya. Sopir bersiap untuk berangkat. Orang tua Yui berteriak, "Sudah berangkat!" Akira hampir menyerah tapi ia terus mengayuh, mengejar truk itu sampai ke persimpangan besar di ujung jalan.
Lampu merah menyala. Truk berhenti.
Dalam sekejap mata, Yui muncul dari jendela samping truk. Matanya sembab, pipinya basah oleh air mata. Ia melambaikan tangan, mulutnya bergerak, tapi suara tak terdengar. Akira hanya bisa berdiri, napasnya memburu, tangan gemetar di atas setang sepeda.
"Jaga dirimu ya," ucapnya, suaranya terdengar lebih tegar dari yang ia rasakan.
Yui tersenyum dengan senyum yang sama yang selalu ia berikan, tapi kini ada kesedihan di baliknya. Ia mengangguk, lalu truk mulai bergerak lagi saat lampu berubah hijau. Akira berdiri di persimpangan, menatap punggung truk yang semakin menjauh, sampa