immiralily_
Anayra pikir, ia sudah berhasil menyembunyikan lukanya di balik polesan bedak tipis dan tawa yang paling nyaring. Ia pikir, hari ulang tahunnya akan berjalan normal seperti gadis remaja pada umumnya.
Sampai akhirnya, lapangan sekolah mempertemukannya kembali dengan sepasang mata itu.
Sosok yang menghilang tanpa kata, kini berdiri tepat di depannya. Membawa kembali memori yang susah payah ia kubur, dan menghadirkan tanya yang tak berani ia ucapkan.
Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu sebuah alasan. Dan saat alasan itu ada di depan mata, Anayra justru ingin berlari sejauh mungkin.
Satu tanggal, dua orang, dua hati dan ribuan detik untuk menunggu mu."