SamaduriC
PROLOG
Di desa kami, rahasia tidak pernah benar-benar menjadi rahasia.
Ia hanya menunggu seseorang untuk menceritakannya.
Namaku Nara. Delapan belas tahun, mudah bergaul, punya banyak teman, dan hampir selalu ada di tengah keramaian.
Sampai suatu hari, sebuah hubungan yang selama ini kusembunyikan dari semua orang terbongkar.
Bukan karena aku mengaku.
Bukan pula karena seseorang melihat kami.
Tapi karena sahabatku sendiri yang menceritakannya.
Sejak hari itu, namaku menjadi bahan pembicaraan.
Dan orang yang paling mengejutkanku bukanlah dia yang menyebarkan rahasiaku.
Melainkan seseorang yang kucintai, yang ketika semuanya terjadi, justru memilih berdiri di pihaknya.
Hari itu aku kehilangan dua orang sekaligus.
Seorang kekasih.
Dan seorang sahabat.
Tapi ternyata, kehilangan mereka adalah awal dari sesuatu yang tidak pernah kubayangkan.
Karena setelah semua orang selesai membicarakanku, aku bertemu seseorang yang membuatku bertanya:
Mungkin, tidak semua orang datang untuk menghancurkan kita.