Diri Stories

Refine by tag:
diri
WpAddpelindung
WpAddalat
WpAddperlengkapan
WpAddprotektor
WpAddsilat
WpAddtaekwondo
WpAddkarate
WpAddolah
WpAddtubuh
WpAddbodi
WpAddbela
WpAddraga
WpAddolahraga
WpAddbadan
WpAddprotector
WpAddbody
WpAddpengembangan
WpAddpertahanan
WpAddwushu
diri
WpAddpelindung
WpAddalat
WpAddperlengkapan
WpAddprotektor
WpAddsilat
WpAddtaekwondo
WpAddkarate
WpAddolah
WpAddtubuh
WpAddbodi
WpAddbela
WpAddraga
WpAddolahraga
WpAddbadan
WpAddprotector
WpAddbody
WpAddpengembangan
WpAddpertahanan
WpAddwushu

156 Stories

  • Dengan Cara Lain ( Sebuah Catatan Tentang Disleksia, Tamat)  by NinikWindariniNinik
    NinikWindariniNinik
    • WpView
      Reads 450
    • WpPart
      Parts 51
    Aku kira, berjuang itu adalah untuk seseorang di luar diri ku. Nyatanya, diri ku sendiri yang harus di perjuangkan... kelebihan yang membuat ku ragu dan tidak percaya diri . Apalagi kelemahan ku itu membuat ku hampir putus asa.
  • PULANG KE TITIK NOL: Seni Mengheningkan Kepala, Menjinakkan Ego, dan Hidup Tanpa by Pekik1304
    Pekik1304
    • WpView
      Reads 199
    • WpPart
      Parts 22
    Berapa lama Anda telah berjalan sambil menahan napas? Di balik senyum, profesionalitas, dan topeng "orang kuat" yang Anda pakai setiap hari, ada dada yang sesak oleh tumpukan ekspektasi, bayang-bayang masa depan, dan riuh kebisingan di dalam kepala yang tak pernah berhenti. Banyak panduan hidup mengajarkan kita untuk menjadi seperti batu karang-kokoh, dingin, dan tak tersentuh oleh badai. Namun, manusia bukanlah benda mati. Memaksa diri menjadi batu karang hanya memicu Penderitaan Lapis Kedua: rasa bersalah dan lelah yang luar biasa hanya karena kita merasa cemas, takut, atau terbatas. Buku ini tidak ditulis dari puncak gunung yang sunyi atau laboratorium yang steril. Ia lahir dari medan pertempuran kehidupan yang sama dengan yang Anda jalani setiap hari-dari hiruk-pikuk tagihan, keputusan bisnis yang sulit, hingga dinamika keluarga. Memadukan sains modern tentang kerja otak (neurosains amigdala), psikologi kesadaran, dan kedalaman keheningan spiritual terapan, Pulang ke Titik Nol menawarkan cara pandang yang radikal namun membumi: Bukan Mematikan Rasa: Belajar berhenti memusuhi emosi alami Anda dan mulai mengambil peran sebagai Pengamat yang Tenang. Menemukan Ruang Jeda: Cara melepaskan kepura-puraan, meredakan ketegangan sistem saraf, dan bernapas lega di tengah ketidakpastian. Kedamaian Praktis: Membawa energi "Titik Nol" langsung ke pasar kehidupan-ke dalam hubungan rumah tangga, pola asuh anak, hingga keputusan finansial. Ini bukan sekadar buku motivasi yang menambah beban to-do list Anda. Buku ini adalah sebuah suaka-tempat Anda diizinkan melepas topeng, meletakkan perisai, dan belajar menjadi pohon yang lentur: tetap berakar kuat di kedalaman jiwa meski angin badai sedang menerpa. Rehat sejenak, tarik napasmu, dan bersiaplah untuk pulang ke dalam dirimu sendiri.
  • 1 2 3 by BINTIISHAK
    BINTIISHAK
    • WpView
      Reads 30
    • WpPart
      Parts 6
    Apa tajuk nak bagi. Aku sendiri tak pasti. Mungkin ada idea nak bagi?
  • The Journey to Allah by hestiselfiana
    hestiselfiana
    • WpView
      Reads 12
    • WpPart
      Parts 1
    Secuplik kisah yang berpadu hingga membawaku sejauh ini
  • Sang Pejalan by amirtasyifa
    amirtasyifa
    • WpView
      Reads 33
    • WpPart
      Parts 1
    Tentang bagaimana sebaiknya melihat kehidupan masing-masing.
  • ideal is me by arkenras47
    arkenras47
    • WpView
      Reads 2
    • WpPart
      Parts 1
    Cerita berpusat pada tokoh utama bernama Kenoi, seorang pemuda yang memiliki idealisme tinggi terhadap keadilan sosial. Ia kerap merasa geram melihat berbagai persoalan di masyarakat, mulai dari kebijakan pemerintah yang dirasa menyusahkan rakyat kecil hingga ketidakadilan yang ia saksikan sendiri sejak masa lalu. Kenoi berprinsip bahwa seseorang harus berani bersuara dan melawan ketidakadilan tersebut. Dalam perjalanannya, Kenoi tidak sendirian. Ia sering berdiskusi dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya di sebuah kafe, yaitu Yadista dan Mela (yang berprofesi sebagai guru dan menghadapi dilema dunia pendidikan), serta Isran dan Mada yang memiliki pandangan lebih realistis atau skeptis terhadap cara kerja opini publik dan media sosial. Selain itu, ada pula sosok Mbak Pevi, yang memberikan sudut pandang bijak mengenai bagaimana idealisme sering kali hanyalah bayangan dari ekspektasi diri sendiri. Seiring berjalannya waktu, konflik utama dalam novel ini bukanlah pertempuran fisik melawan musuh, melainkan pergulatan mental Kenoi. Ia mulai dihadapkan pada kenyataan bahwa apa yang ia anggap ideal dan benar belum tentu dilihat dengan cara yang sama oleh orang lain. Suara idealis yang disuarakan dengan keras kerap kali rentan diputarbalikkan menjadi propaganda atau bumerang di tengah arus informasi media sosial yang manipulatif. Keinginan untuk terus idealis mulai menggoyahkan keyakinannya sendiri, membuatnya mempertanyakan apakah jalannya selama ini sudah benar atau ia hanya mengejar bayangan semu.
  • Dosa by joereza
    joereza
    • WpView
      Reads 3,656
    • WpPart
      Parts 1