Aku kira, berjuang itu adalah untuk seseorang di luar diri ku. Nyatanya, diri ku sendiri yang harus di perjuangkan... kelebihan yang membuat ku ragu dan tidak percaya diri . Apalagi kelemahan ku itu membuat ku hampir putus asa.
Ini bukan sebuah novel, cerpen, prosa, ataupun senandika.
Saat aku sendiri,patah, resah, cemas, sedih, takut, dan sepi yang bergumul dalam dua ruang. Yakni kepala dan hati. Aku menulis naskah ini.
"Aku seakan seperti malaikat maut yang siap mencabut nyawa siapapun yang berani merusak tatanan dunia ini. Aku akan kembalikan apa yang kalian ambil!"
Bersama Ailsya, Cantores memulai ujiannya untuk menjadi Assassin. Dengan bekal latihan dari Connor, dan dukungan kerajaan, apakah mereka berdua berhasil lolos dalam ujian ini?