fiqaulani
"Dulu, dia adalah poros duniaku. Kini, aku hanyalah hantu yang dipaksa merayakan hari lahirnya dari balik dinding kaca."
Bagi Aul, tanggal 30 Mei tidak akan pernah menjadi hari yang biasa saja. Itu adalah hari lahir Mei-semestanya, sekaligus hari pengingat akan kebrengsekan yang ia lakukan dua tahun lalu. Demi ego, gengsi, dan dunia malamnya yang liar, Aul menghancurkan hati gadis yang paling tulus mencintainya.
Sekarang, di tahun ketiga mereka menjadi asing, karma itu datang dalam bentuk yang paling menyakitkan. Tepat di bawah lampu kafe yang hangat, Aul hanya bisa berdiri di kegelapan seberang jalan. Menyaksikan Mei meniup lilin ulang tahunnya yang ke-19 dengan tawa lepas, namun tidak lagi bersamanya. Melainkan di pelukan cowok lain yang jauh lebih baik.
Ini adalah cerita tentang Aul. Si mantan cowok brengsek yang kini berteman akrab dengan rindu, penyesalan, dan kenyataan pahit bahwa semestanya telah menemukan poros yang baru.
"Selamat ulang tahun, Mei. Maaf, dulu gue sebrengsek itu."