zaidahan
Di malam yang pekat ini aku berbicara dalam keraguan hati berbisik yang sebenarnya tak pernah terjadi sebelumnya . Hanya ucapan penyesalan setiap detiknya. Entah apa yang mengganggu di pikiran ku yang jelas pikiran itu mengusik hidupku malam ini. Ada yang sempat terselip dari yang aku tahu sebelumnya. Hanya bisa luka yang terasa. Pedih ya amat pedih luka itu . Dalam dan sangat dalam . Harus bagaimana aku menjawab dan menutup setiap satu persatu luka itu menganga menyebar ke hati ku. Ingin rasanya ku marah pada diriku sendiri. Ku pukul pukul kepalaku sejak tadi tak sengaja darah itu keluar dari pelipisku . Aku tak bisa menahan emosi ini. Resah jiwa ini semakin memucak. Jantung ini berdebar sanagat kencang. Ingin ku hapus semua kenangan itu. Aku terlalu bodoh pada diriku sendiri. Bisahkah ada tangan yang mencoba menahan kemarahanku. Dan lagi-lagi itu hanya segelintir imajinasiku saja. Ku pejamkan mataku sekali lagi, mencoba untuk berusaha melupakan. Tetapi semakin aku mencba berusaha melupakan , bagaimana bayang mu itu malah semakin dalam. Aku tak tahu dimana hatimu sekarang, masih adakah tersimpan aku di dalam hatimu. Percayalah dalam hatiku hanya kamu satu- satunya yang menjadikan diriiku amat beraarti. Tetapi mengapa kamu menghilang dan tak tahu kemana. Meninggalkan luka yang tak pernah aku inginkan. Aku yang selalu merindukanmu. Tapi ahh sudahlah hanya kepalsuan belaka dirimu mencintaiku