Jakarta Stories

Refine by tag:
jakarta
WpAdddị
WpAddjasa
WpAddselatan
WpAddtimur
WpAddbarat
WpAddmurah
WpAddpusat
WpAddutara
WpAddpkl
WpAddharga
WpAddjurusan
WpAddtempat
WpAddjual
WpAddtangerang
WpAdddigital
WpAddmarketing
WpAddjogja
WpAddsurabaya
WpAddbandung
jakarta
WpAdddị
WpAddjasa
WpAddselatan
WpAddtimur
WpAddbarat
WpAddmurah
WpAddpusat
WpAddutara
WpAddpkl
WpAddharga
WpAddjurusan
WpAddtempat
WpAddjual
WpAddtangerang
WpAdddigital
WpAddmarketing
WpAddjogja
WpAddsurabaya
WpAddbandung

1.2K Stories

  • ⋆.˚☁️⋆Meet Me in the Sky⋆.˚☁️⋆ by holly_willow
    holly_willow
    • WpView
      Reads 7
    • WpPart
      Parts 1
    Apakah kabur akan menyelesaikan masalah? Dua orang yang sama-sama menghindar bertemu 6.490 kilometer dari Jakarta. Di udara dingin yang bikin kulit gatal, di jalanan es yang bahkan berjalan lurus pun susah setengah mati-Alka dan Gara bersama-sama menyusuri kota Sapporo. Tapi mau sampai kapan?
  • UPGRADE : ALGORITHM English Ver by popcorn307
    popcorn307
    • WpView
      Reads 5
    • WpPart
      Parts 4
    Bima was the guy behind the camera, never in front of it, until his best friend threw him away for a contract. At his lowest point, a stranger calling himself the Middleman offers him a way back up. No followers to build. No years to wait. Just an Upgrade. But every rise comes with a payment. And the price isn't money. It's him.
  • KLAUSUL DAHLIA by nalaevran11
    nalaevran11
    • WpView
      Reads 133
    • WpPart
      Parts 57
    Bagi Alan Fathullah, hidup hanyalah neraca probabilitas, return of investment, dan mitigasi risiko. Sebagai pengacara korporat elite di Jakarta, ia tahu persis cara memenangkan segalanya di meja hijau. Namun, ketika kemenangan demi kemenangan justru menghancurkan kompas moralnya, Alan mengalami krisis eksistensial. Memilih lari dari realitas ibu kota, ia kembali ke Solo, mencari ruang kedap suara dari kehidupannya yang bising. Sayangnya, kalkulasi Alan meleset total. Pelariannya justru menyeretnya ke dalam anomali hukum yang rumit: SMP Islam Dahlia. Sekolah tempatnya menimba ilmu belasan tahun lalu itu kini berada di ambang kebangkrutan dan menjadi target akuisisi konglomerat properti rakus. Di tengah sengketa tersebut, berdiri Syada Aulia Wafira-staf administrasi yayasan yang lembut namun keras kepala, sekaligus variabel masa lalu yang tidak pernah bisa Alan hitung dengan rumus apa pun. Syada percaya bahwa doa dan niat baik akan menyelamatkan sekolahnya. Alan tahu persis bahwa doa tidak memiliki kekuatan hukum di pengadilan. Ketika rahasia gelap di balik cacat administrasi SMP Dahlia mulai terkuak, Alan harus mengambil keputusan paling irasional dalam hidupnya. Haruskah ia bertaruh untuk menyelamatkan sekolah yang dikelola oleh wanita yang ia benci sekaligus ia kagumi, atau membiarkan semuanya rata dengan tanah sesuai kalkulasi logika murni? Sebuah pertarungan absolut antara rasio hukum dan batas nurani.
  • We Are Family: A Friendship Story in Jakarta - Part 2 by haakb1
    haakb1
    • WpView
      Reads 28
    • WpPart
      Parts 5
    Continuing from We Are Family: A Friendship Story in Jakarta - Part 1 (bit.ly/wwaf1), Part 2 follows Aryo, Amri, Andi, and Ali as their friendship develops into a deeper and increasingly important brotherhood while each of them faces the private challenges of adult life. With Aryo still at the centre of the story, the focus moves more closely into the personal worlds and perspectives of Amri, Andi, and Ali, while also following Aryo's continued efforts to maintain the group, keep the friendship alive, and strengthen their bond as life challenges continue to pull them in different directions. As the story unfolds, loss, failures, and questions of faith shape each of them individually, while their friendship quietly shapes them in return. Set once again in Jakarta within an Indonesian Muslim context, the story explores the subtle but powerful ways the friends we choose can influence who we become, and how a brotherhood none of them fully realized they needed gradually becomes part of how they navigate life's changing challenges.
  • Dalam Pelukan Purnama by DefikaNabila17
    DefikaNabila17
    • WpView
      Reads 104
    • WpPart
      Parts 8
    Arunika sibuk memandangi layar ponselnya yang memperlihatkan berbagai konten video pendek. Dari satu video ke video lainnya. Tangannya tak bisa berhenti menggulirkan layar ponselnya. Tak lama, tangannya terhenti pada sebuah video. Konten seseorang yang bahkan tidak ia kenali, yang berbagi kisah cintanya di media sosial. Arunika menggeser slide demi slide. "Indah sekali kisah cinta orang lain," batinnya sambil tersenyum tipis membaca setiap tulisan dalam unggahan tersebut. Bohong rasanya jika mengatakan bahwa Arunika tidak menginginkan hal serupa. Merasa dicintai dan disayangi oleh seorang pria yang mampu membuatnya terasa lengkap, terdengar cukup menyenangkan baginya. Namun, Arunika terkadang ikut mempertanyakan diri sendiri. Apa itu perlu? Toh, pikiran-pikiran ini hanya muncul di waktu-waktu luangnya ketika ia merasa kesepian. Namun, kehadiran Alam mampu mengubah sudut pandang Arunika, yang membuatnya sadar bahwa kasih yang diberikan Alam tidak bisa ia dapatkan dari orang lain. Kasih yang perlahan membawa keyakinan kepada Arunika bahwa dirinya layak dicintai seutuhnya.
  • Jasa Pembuatan IPAL MBG Jakarta Barat by komsultanipaljakarta
    komsultanipaljakarta
    • WpView
      Reads 53
    • WpPart
      Parts 1
    ORDER WA +62 812-9627-2689, Tempat Jual IPAL MBG Terdekat Jakarta Barat Gratis Konsultasi
  • Yang Tidak Pernah Dibicarakan by CraymoreRavens
    CraymoreRavens
    • WpView
      Reads 42
    • WpPart
      Parts 2
    Tegar dan Winda kenal sejak sebuah panci jatuh berdebum di dapur rumah baru, dan anak perempuan lima tahun malah asyik mengejar sumber suara ketimbang menyerahkan sepiring kue lapis dengan benar. Sejak hari itu, takdir seolah iseng. TK, SD, SMP, sampai SMA-mereka selalu berada di sekolah yang sama. Terus berjalan berdampingan seolah itu hal paling natural di dunia. Winda tahu persis kapan perasaannya tumbuh. Yang dia tidak tahu adalah cara mematikannya. Terjebak dalam jarak sedekat ini membuat Winda harus rela jadi penonton VIP: setiap kali Tegar jatuh cinta, patah hati, lalu pulang dengan senyum lelah sambil bergumam, "Untung ada kamu, Win." Tegar tak pernah tahu, empat kata itu menghancurkan sekaligus menghidupkan Winda di saat bersamaan. Di sisi lain, Tegar adalah si cowok logis yang selalu punya jawaban. Dia jago membaca situasi dan menebak pikiran orang dari hal-hal sepele. Anehnya, pola paling jelas di depan mata-perempuan yang selalu ada di sebelahnya sejak kelas satu SD-baru terbaca bertahun-tahun kemudian, tepat setelah dia tiga kali gagal mempertahankan perempuan yang "cocok di atas kertas". Lalu, kuliah memisahkan mereka. Tegar ke Bandung, Winda ke Jakarta. Mereka pikir jarak ratusan kilometer bisa menjernihkan segalanya. Salah besar. Jarak justru menelanjangi ketakutan terbesar mereka. Karena ini bukan sekadar soal dua sahabat yang gengsi bilang suka. Ada sejarah dua keluarga yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan. Ada lingkaran pertemanan yang pernah hancur karena cinta yang berujung bencana, dan bayang-bayang itu terus menghantui. Kadang, bertahan sebagai sahabat menuntut kebohongan yang paling rapi. Tapi, sampai kapan mereka sanggup terus memalingkan wajah, ketika orang yang paling dekat ternyata adalah satu-satunya rumah yang paling ingin mereka tuju?
  • Orang yang tepat, di waktu yang salah. by rannmalll_
    rannmalll_
    • WpView
      Reads 75
    • WpPart
      Parts 8
    "terkadang, seseorang datang bukan di saat kita siap mencintai... tapi di saat kita paling membutuhkan seseorang untuk tetap tinggal." Nayra Azzura Anindya hanya ingin memulai semuanya dari awal. Pindah ke SMA Adhyaksa Pratama International menjadi caranya untuk meninggalkan kenangan lama yang masih menghantuinya. Ia ingin fokus belajar, menjalani kehidupan barunya, dan tidak lagi membuka hati untuk siapapun. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Arven mahendra atmaja. wakil ketua OSIS yang di kenal siswa pintar namun sering membuat onar, populer, berasal dari keluarga terpandang, dan menjadi sosok yang dikagumi banyak orang. Tapi bagi Nayra.. Arven hanyalah kakak kelas menyebalkan yang terlalu suka mengganggunya. cowok itu tidak pernah mengatakan hal manis. tidak perah memberi perhatian secara terang-terangan. Di bali semua keusilan itu, Arven selalu memperhatikannya. menjaganya diam-diam. mengingat hal-hal kecil yang bahkan Nayra sendiri lupakan. perlahan, seseorang yang awalnya ingin ia jauhi justru menjadi orang yang paling mmbuatnya nyaan. tapi bagaimana jika seseorang yang tepat datang ketika hidup mereka belum siap? Bagaimana jika masa lalu Nayra yang belum benar-benar selesai? Dan bagaimana jika dunia Arven yang selama ini ia sembunyikan akhirnya menghancurkan sesuatu yang baru saja mereka bangun? Karena terkadang.. kita tidak kehilangan seseorang karea kurang mencintainya. Kita kehilangan seseorang karena waktu tidak pernah benar-benar berpihak. Arven Mahendra Atmaja & Nayra Azura Anindya.
  • Untuk Langit by sepertiga_kata
    sepertiga_kata
    • WpView
      Reads 15
    • WpPart
      Parts 1
    Namanya langit. Laki-laki yg jika aku berbicara dgnnya harus sedikit jinjit, hobinya sama seperti ku menonton film dan jalan-jalan tentu saja. Tapi seperti langit diangkasa sana, yg keindahannya sungguh luar biasa namun syg tdk pernah sanggup untuk ku gapai. Begitupun langitku, yang hanya bisa kupandangi dr jauh. Sebab semesta tak sedikitpun berpihak padaku.
  • dimana.jakarta by _botolpelastik
    _botolpelastik
    • WpView
      Reads 306
    • WpPart
      Parts 11
    "Dan aku di bis kota Menuju Harmoni Meluncur di bawah jalan layang Melawan arah pulang" . Jakarta dalam sebelas tulisan, yang tidak mewakilkan keseluruhannya. Jakarta sebagai kata, Jakarta sebagai rumah, Jakarta sebagai perasaan, Jakarta sebagai kita. m.a.
  • Metropolis by Amethysssttt
    Amethysssttt
    • WpView
      Reads 37
    • WpPart
      Parts 1
    Nihilist romanticizing late night commute.
  • Voice Without a Face by Jealoucyyy
    Jealoucyyy
    • WpView
      Reads 45
    • WpPart
      Parts 7
    Ada malam ketika Aksa berdiri di titik terendah hidupnya. Bukan karena tragedi besar, hanya karena hari-hari yang berjalan terlalu datar, sampai ia lupa untuk apa harus terus melangkah. Lalu ada suara yang menarik perhatiannya seperti arus yang menemukan muaranya. Aksa menoleh. Bangku itu kosong. Suara itu terdengar, tapi tidak bisa dilihat. Dekat, tapi tidak bisa disentuh. Nyata, tapi tidak seharusnya bisa terjadi. Mereka menyebutnya resonansi-sebuah fenomena yang tidak pernah bisa dijelaskan oleh siapa pun, bahkan oleh mereka yang mengalaminya sendiri. Kenapa hanya suara tertentu yang bisa menemukan Aksa. Kenapa jaraknya bisa berubah tanpa alasan. Kenapa, di antara semua orang di dunia ini, justru suara itulah yang menemukannya di titik paling gelap. Dari percakapan-percakapan di bangku kosong itu, sesuatu mulai tumbuh-sesuatu yang sulit diberi nama, namun cukup kuat untuk mengubah arah hidup seseorang. Tapi ada satu hukum yang belum mereka pahami sepenuhnya.
  • Between Lifetimes by chililovingbunny
    chililovingbunny
    • WpView
      Reads 260
    • WpPart
      Parts 21
    She is a woman who built her independence carefully, brick by quiet brick. He is a man who has already made his choice-and has been waiting, patiently, for her to make hers. The only problem: they are cousins. And the families who love them would never allow it. ---- Ludya Lin doesn't need anyone. At twenty-three, she moves alone to Jakarta, builds a stable life from scratch, and leads an online gaming clan of nearly forty people with the authority of someone who has never doubted herself. She has no interest in messy emotions or casual flings. She wants someone who understands silence, who doesn't need constant tending, who simply fits. Matthew Wang is not someone she chose. He was already there: a family connection she hadn't thought about in years, re-entering her life through a single chat message. He is composed where other men are loud, certain where they are impulsive, and patient in a way that doesn't feel like waiting--it feels decided. What begins as reconnection becomes something she couldn't control. Through late-night clan wars, private messages exchanged across the distance between Jakarta and Shenzhen, and a few stolen days in the same city, the shape of what they feel for each other becomes impossible to ignore. But distance is not the only difficulty. They are cousins. And the traditions that govern their families do not bend for feelings, no matter how real. Between Lifetimes is a slow-burn romance about two people who are right for each other in almost every way, except the one that their world cares about most. A story about the cost of choosing honestly, the tenderness of a man who loves without rushing, and a woman learning, for the first time, what it feels like to be truly seen. For readers who love quiet love stories, found families, and the ache of wanting something you're not supposed to.