Zofiasmine
Bukan awal, bukan akhir.
Kita hanya singgah di tengah-di ruang yang tak pernah punya nama.
Dia masih menggenggam tangan orang lain, tapi tatapannya sering mencari mataku.
Kami tertawa, kami bercerita, kami saling mengerti... tanpa pernah benar-benar memiliki.
Di antara dia dan aku, ada jarak yang tidak terlihat.
Jarak yang menahan kami untuk tak melangkah, meski hati sudah jauh berlari.