erpeeee
Bejo88 adalah tipe orang yang sederhana, tapi satu hal yang selalu membuatnya kesal adalah ketika orang lain tidak benar-benar mendengarkannya. Bagi Bejo88, berbicara bukan sekadar mengeluarkan kata-kata, tapi cara untuk menyampaikan pikiran dan perasaan. Jadi ketika ia merasa diabaikan, itu seperti usahanya dianggap tidak penting.
Suatu hari, ia sedang bercerita dengan penuh semangat kepada beberapa orang di sekitarnya. Ia menjelaskan sesuatu dengan detail, berharap orang-orang itu mengerti maksudnya. Tapi di tengah cerita, ada yang sibuk dengan hal lain, ada yang memotong pembicaraan, bahkan ada yang hanya mengangguk tanpa benar-benar memperhatikan. Di situlah wajah Bejo88 mulai berubah-dari antusias menjadi kesal.
Ia bukan marah tanpa alasan. Dalam pikirannya, kalau seseorang sudah meluangkan waktu untuk berbicara, seharusnya orang lain juga menghargai dengan cara mendengarkan. Ketika itu tidak terjadi, ia merasa seperti berbicara sendiri. Dan bagi Bejo88, itu sangat menjengkelkan.
Namun, seiring waktu, Bejo88 mulai menyadari sesuatu. Tidak semua orang sengaja tidak mendengarkan. Ada yang memang sedang lelah, ada yang pikirannya terbagi, dan ada juga yang tidak tahu bahwa sikapnya terlihat tidak menghargai. Dari situ, Bejo88 perlahan belajar untuk tidak langsung marah.
Ia mulai mencoba cara lain-berbicara lebih singkat, memastikan orang yang diajak bicara benar-benar siap mendengarkan, atau bahkan memilih waktu yang tepat. Dan ketika ia merasa tidak didengarkan, ia memilih untuk berhenti sejenak daripada memaksakan.
Pada akhirnya, Bejo88 tetap tidak suka diabaikan, tapi ia tidak lagi membiarkan hal itu langsung menguasai emosinya. Ia belajar bahwa komunikasi bukan hanya soal berbicara, tapi juga soal memahami keadaan orang lain. Dan dari situ, ia jadi lebih tenang dalam menghadapi situasi yang dulu mudah membuatnya marah.
gordon-glasgow.org