Vortex_cele
Dua pilihan. Satu hati. Dan sebuah masa depan yang belum memiliki nama.
Di antara lembaran buku dan sisa-sisa masa putih abu-abu, Arunika terus dihantui oleh dua kata yang tak pernah benar-benar pergi. Keduanya tumbuh bersamanya, menemani rasa ingin tahu, kekaguman, hingga ketakutan yang perlahan membesar menjelang kelulusan.
Semakin ia mencoba menemukan jawaban, semakin banyak pertanyaan yang muncul.
Bagaimana jika pilihan yang salah mengubah segalanya?
Bagaimana jika mengejar satu mimpi berarti kehilangan mimpi yang lain?
Dan bagaimana jika sebenarnya, sejak awal, ia tidak sedang diminta untuk memilih?
Di sebuah persimpangan antara apa yang ia inginkan dan apa yang diharapkan orang lain, Arunika harus menemukan keberanian untuk mengambil satu langkah.
Namun, ke mana langkah itu akan membawanya?
Mungkin, hanya langit yang tahu.