marjanm3l0n
ECHIIA
"Kenapa harus aku, Sehun...? Salah aku apa sama kamu... sama kalian semua? Kenapa harus aku yang jadi korban pembullyan ini?!"
(Echiia meremas dadanya yang terasa sesak, menatap Sehun penuh rasa sakit hati)
"Aku cuma ingin sekolah dengan tenang... Aku cuma ingin belajar seperti murid-murid yang lain! Tapi tempat ini... tempat ini bukan sekolah buat aku! Tempat ini cuma penjara yang isinya orang-orang kejam yang bisa semena-mena merundung aku!"
(Sehun menyilangkan tangan di dada. Sebuah senyuman remeh dan sinis terukir di bibirnya, menatap Echiia dari atas ke bawah tanpa sedikit pun empati.)
SEHUN
(Bicara dengan nada datar namun menusuk)
"Lu masih belum paham juga, Chia? Di sekolah ini, kalau lu nggak punya harta... lu nggak bakal pernah dihargai."
(Sehun melangkah satu titik mendekat, menatap lurus ke dalam mata Echiia yang berkaca-kaca)
SEHUN
"Harga diri dan aturan di sini itu diukur pakai kekayaan. Dan lu? Lu cuma murid miskin yang menumpang. Jadi jangan heran kalau lu diperlakukan kayak sampah."
(Kalimat Sehun menjadi pukulan terakhir yang meremukkan sisa harapan Echiia. Dengan bibir yang bergetar menahan tangis, Echiia menatap Sehun untuk terakhir kalinya-bukan lagi dengan rasa takut, melainkan kepasrahan dan kekecewaan yang mutlak.)
(Echiia berbalik perlahan, merapikan tali tas ranselnya di bahu, lalu berjalan melangkah keluar dari gerbang sekolah yang selama ini ia banggakan. Surat keputusan surat pemecatan/keluar akibat kuasa dari keluarga Yeji teremas kuat di dalam genggaman tangannya.)
(memperlihatkan punggung Echiia yang makin menjauh meninggalkan sekolah selamanya di bawah guyuran gerimis.)
ECHIIA :
"Hari ini... aku melangkah pergi. Meninggalkan tempat yang dulu aku impikan, yang kini menghancurkan hidupku tanpa sisa."
(SEHUN):
(Gumam batin dengan nada penuh penyesalan yang tersirat)
"Gue pikir gue bakal puas lihat lu pergi... tapi kenapa dada gue malah terasa sepi?" #bullying #highschool #ohsehun