Palangmerahindonesia Stories

Refine by tag:
palangmerahindonesia
palangmerahindonesia

1 Story

  • PERJALANAN SEORANG RELAWAN by gilangpmofficial
    gilangpmofficial
    • WpView
      Reads 10
    • WpPart
      Parts 1
    Tidak semua perjalanan dimulai dengan sebuah rencana yang sempurna. Terkadang, perjalanan hanya dimulai dari sebuah tas yang dipikul, sebuah kendaraan yang menunggu, dan pesan sederhana dari seseorang yang kita cintai: "Hati-hati. Ditunggu di Padang lagi." Berangkat seorang diri dari Padang menuju Tanah Datar sebagai seorang relawan PMI, ia tidak pernah menyangka bahwa perjalanan yang awalnya hanya sebuah tugas akan berubah menjadi perjalanan yang penuh makna. Kendaraan mogok di tengah perjalanan. Harus mendorong bersama orang-orang yang bahkan tidak dikenalnya. Menunggu berjam-jam. Berganti kendaraan. Menempuh perjalanan malam hingga hampir tengah malam sebelum akhirnya tiba di lokasi perkemahan. Namun ternyata, perjalanan sebenarnya baru saja dimulai. Selama tiga hari di sebuah kegiatan kemah bakti sosial, ia bersama tim kesehatan berhadapan dengan berbagai keadaan. Dari peserta yang kelelahan, luka dan sakit yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut, hingga seseorang yang mengalami kepanikan hebat dan hampir meninggalkan area perkemahan. Di tengah kesibukan menjadi relawan, ia menemukan sesuatu yang tidak pernah diajarkan sepenuhnya di dalam buku: bahwa menolong manusia bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga tentang hati. Ada saat ketika ilmu pertolongan pertama harus berjalan bersama kesabaran. Ada saat ketika pendidikan kesehatan harus bersentuhan dengan psikologi. Dan ada saat ketika seseorang tidak membutuhkan nasihat panjang, melainkan hanya membutuhkan orang yang bersedia duduk di sampingnya dan berkata, "Tidak apa-apa. Saya di sini." Perjalanan itu juga membawanya lebih dekat kepada nilai-nilai yang telah lama hidup di tanah Minangkabau-tentang menghormati tempat berpijak, menjaga persaudaraan, memahami adat, dan memandang kehidupan melalui falsafah "dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang." Di sana pula ia kembali memahami bahwa adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah bukan hanya sebuah ungkapan, tetapi sebuah nilai tentang