Permataali
Marish Pradnyadewi, some 26 y.o perempuan biasa seperti kamu, kamu, kamu semua yang sedang berusaha menaklukkan hidup, memaafkan dan berkompromi dengan masa lalunya. I believe, terkadang kita belum bisa berdamai dengan masa lalu rite...
Sahabatnya yang sangat dipercayainya mengkhianatinya di belakangnya dengan laki-laki yang dicintainya. Terkadang, patah hati ternyata bukan melulu tentang cinta pada laki-laki, namun patah hati paling paripurna adalah pada rasa percaya itu sendiri. Have you ever notice this before?
Have you ever felt this?
Sementara, teman-teman yang lainnya justru melindungi sahabatnya, dan membuatnya melalui neraka itu sendirian. Lingkungan yang dangkal dan prasangka, membuatnya semakin patah hati. Hal itu membuatnya menyingkir pergi dari kehidupan mereka, teman-teman dan sahabat yang dicintainya. Sebab ia merasa percuma, ia kecewa atas prasangka-prasangka mereka, namun merasa percuma menjelaskannya pula.
Kelak, ia harus berhadapan dengan traumanya untuk mampu percaya lagi. Percaya dengan cinta. Percaya dengan ketulusan tanpa tendensi. Everyone got a hell inside her/him. At one point in life, they have to conqueror it all. In here's the journey...