DutaInspirasiLibrary
Cahya tidak pernah menyangka bahwa surat penugasan di atas mejanya akan menjadi awal dari perjalanan yang mengubah hidupnya. Saat jurnalis lain menghindari zona merah, ia justru dikirim ke jantung Lebanon di tengah berkecamuknya konflik.
Chapter ini mengikuti langkah pertama cahya mendarat di tanah yang penuh luka, di mana aroma mesiu bercampur dengan wangi kopi di kafe-kafe Beirut yang tersisa. Antara kewajiban profesional dan ketakutan manusiawi, cahya harus memutuskan: apakah ia ke sini untuk mencari kebenaran, atau hanya sekadar menjadi saksi kehancuran?
Hashtag