Pesantren Stories

Refine by tag:
pesantren
WpAdddị
WpAddpondok
WpAddsantri
WpAddjual
WpAddlifeskill
WpAddjatim
WpAddkeranda
WpAddtempat
WpAddkain
WpAddtutup
WpAddkurikulum
WpAddmayat
WpAddbuat
WpAddmandi
WpAddputra
WpAddpabrik
WpAddislami
WpAddsmp
WpAddkhusus
pesantren
WpAdddị
WpAddpondok
WpAddsantri
WpAddjual
WpAddlifeskill
WpAddjatim
WpAddkeranda
WpAddtempat
WpAddkain
WpAddtutup
WpAddkurikulum
WpAddmayat
WpAddbuat
WpAddmandi
WpAddputra
WpAddpabrik
WpAddislami
WpAddsmp
WpAddkhusus

405 Stories

  • Di Antara Nasihat dan Tatapan by hannideswita
    hannideswita
    • WpView
      Reads 188
    • WpPart
      Parts 12
    Di Pesantren Fathah Mu'min, aturan bukan sekadar tulisan di papan pengumuman hidup dalam kebiasaan, adab, dan tatap mata yang ditundukkan. Eliza Lahtani datang sebagai santriwati baru yang pintar, cerdas, modern, tapi juga ceroboh. Eliza mampu memahami pelajaran lebih cepat dari kebanyakan orang, berani bertanya, berani berpendapat. Namun keberanian itu sering membuatnya ceroboh,salah langkah, salah ucap, dan kadang tak sadar sudah melanggar batas-batas kecil yang bagi pesantren adalah harga diri. Di balik semua itu, Eliza menyimpan satu niat yang diam-diam dia jaga rapat yaitu menjadi perempuan salihah tanpa kehilangan dirinya sendiri. Lalu ia bertemu seseorang yang membuat ritme hidupnya berubah pelan-pelan. Bukan sosok yang memikat dengan rayuan, justru yang hadir dengan tenang, bicara seperlunya, dan menegur tanpa merendahkan. Nasihatnya singkat tapi terasa tepat sasaran, seolah bisa menebak kegaduhan yang Eliza sembunyikan di balik senyumnya. Eliza yang biasanya santai mendadak belajar menahan diri: menata adab, merapikan niat, dan mengulang-ulang pertanyaan yang sama di kepalanya kenapa satu tatapan bisa membuat hati seramai itu? Ketika amanah pesantren mempertemukan mereka lebih sering, Eliza mulai sadar bahwa perasaan ini bukan sekadar baper santri baru. Ada batas yang harus dijaga, ada nama baik yang dipertaruhkan, dan ada ujian yang tidak bisa diselesaikan dengan kecerdasan semata. Di tengah bisik-bisik teman, tugas-tugas yang menuntut kedewasaan, dan rahasia yang tanpa sengaja ia ketahui, Eliza harus memilih: menahan rasa sampai padam, atau memperjuangkannya dengan cara paling bersih tanpa melukai adab, tanpa membuat pesantren menjadi rumor, dan tanpa mengkhianati niatnya sendiri. Karena Eliza hanya ingin belajar... tapi kenapa yang kupelajari justru namamu?
  • TRAI Z (ON GOING) by bagusstory556
    bagusstory556
    • WpView
      Reads 1,361
    • WpPart
      Parts 37
    "Gue yang jadi inceran"ujar Satria yang membuat Ziyan dan Nazwa terkejut mendengarkan pernyataan itu. Dunia runtuh ketika sebuah pondok pesantren menerima pasien misterius yang datang bersama dua sosok tak dikenal. Tak butuh waktu lama, teriakan berubah menjadi gigitan, doa berubah menjadi kepanikan. Wabah zombie menyebar tanpa ampun, menelan siapa pun yang lengah. Di tengah kehancuran itu, Satria dipaksa bertahan hidup bersama Ziyan, Raisa, dan Nazwa. Mereka bertemu bukan karena takdir yang indah, tapi karena merekalah sedikit manusia yang masih bernapas di dunia yang sekarat ini. Hari demi hari berlalu. Kota membusuk, harapan menipis, dan para zombie mulai bermutasi-lebih cepat, lebih cerdas, lebih kejam. Saat mereka berusaha mencari sumber bencana dan orang-orang berpengaruh di baliknya, teror terus memburu, merenggut nyawa satu per satu. Kepercayaan mulai retak, kecurigaan tumbuh, dan rahasia-rahasia gelap perlahan muncul dari orang-orang yang selama ini mereka anggap aman. Hingga suatu saat, di tengah hujan darah dan reruntuhan iman, Satria berhadapan dengan sosok yang tak seharusnya masih hidup. "Akhirnya kita bertemu kembali," ucap zombie itu sambil menatapnya. Kalimat berikutnya membuat dunia Satria benar-benar hancur. Mutasi zombie, Pemimpin para zombie kini harus Satria lawan, Sampai mendapat aliansi dari pemimpin para zombie. Cinta, Pertemanan, Kehilangan dan teror kini harus di selesaikan!
  • مــــشــــرفــــة by Pubionee_
    Pubionee_
    • WpView
      Reads 89
    • WpPart
      Parts 1
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Dugem nggak pantes Main Judi nggak paham Joget kaku Minum alkohol nggak pernah Main cowok nggak level Emang paling pantes jadi Ustadzah aja aku mah IZIN ..... --- Start: 17 April 2026 © Copyright 2026 Musrifah by Pubione
  • NYL-Lauren .A.P. by Naylahafiza
    Naylahafiza
    • WpView
      Reads 1,246
    • WpPart
      Parts 8
    Seorang bad girls di sekolahnya dengan sejuta pesonanya yang mampu mengikat hati para Kaum Adam.Namun di balik itu semua dia memiliki luka yang Amat besar tanpa bisa diobati dengan apapun,dan juga keputusan papinya yang memasukan dia ke pondok pesanten dan menemukan cinta yang menyakiti dirinya sendiri Maaf jika ada kesamaan Nama tokoh.No plagiat plagiat.
  • Orang Baru Pemenangnya  (On Going)  by coklat_Batang2504
    coklat_Batang2504
    • WpView
      Reads 12
    • WpPart
      Parts 1
    Tentang seorang gadis... Tiba tiba masuk pesantren
  • JANGAN TAKUT JADI SANTRI by fanicassiopeia
    fanicassiopeia
    • WpView
      Reads 2,045
    • WpPart
      Parts 4
    Merupakan kisah Ulfi, gadis desa yang ingin sekolah SMA di kota. Kenginginannya tercapai, hanya saja, bukan sekolah SMA, tetapi pesantren.
  • Antara Riyadh dan Kairo by Aisyah0224
    Aisyah0224
    • WpView
      Reads 14,235
    • WpPart
      Parts 28
    keinginanku ingin sekolah di negeri Piramida, apakah aku bisa...? sedangkan aku hanya putri dari seorang buruh cuci pakaian santri... -Kairo- keinginanku ingin sekolah di Haramain...seperti para ulama bangsa -Riyadh- kisah ini tentang kehidupan indah di pesantren, yang dihiasi keikhlasan di setiap detiknya nya, persahabatan, cita dan cinta berbaur dalam satu.
  • Tawakkal Cinta by bintuabbati
    bintuabbati
    • WpView
      Reads 1,310
    • WpPart
      Parts 14
    Perjalanan penyatuan dua insan yang mempunyai kisah silam yang berbeda . "Jika skenario hidup bisa diatur seperti cerita-cerita di wattpad, akan ku atur jalan ceritaku dengan baik-baik sahaja" - NUR AIMI INSYIRAH AL-ABQORI - . "Aku di sini akan menemani setiap jerih perih kepayahan hidup yang bakal kita lalui bersama. Insyaallah wa biiznillah" - MUHAMMAD AMRU AHMADI AL-HAMDANI - . Humor - Religion - Conflict . p/s: cerita ini bakal slow update karna hanya ditulis pada waktu sengang
  • Al-Qur'an  by indzyf
    indzyf
    • WpView
      Reads 602
    • WpPart
      Parts 15
    [Aku hanya copast dari muslim pro, jika ada kesalahan mohon koreksi🤗] Disini aku bukan mau nulis cerita atau kata-kata. Ini adalah terjemahan Al-Qur'an yang insyaa allah akan aku update sekali 10 ayat. Hanya Terjemahan. Kenapa terjemahan? Karena aku ingat ada satu kalimat dari seseorang. "Kamu sudah khatam membaca Al-Qur'an, tapi kamu masih belum benar-benar mengamalkan isinya. Cobalah baca Al-Qur'an dengan artinya, biar terselamatkan ke jalan yang benar-benar lurus" kuranglebih seperti itulah ucapannya. Kenapa 10 ayat? Karena kalau kebanyakan, takut kamu/aku ada rasa 'capek ah mau baca' Jadi sedikit, yang penting berterusan. Istiqomah. Semangat, ya. Semoga aku selalu ingat update. Kenapa tidak bacaannya juga? Karena lebih baik baca di Al-Qur'an bukan wattpad.
  • bilik pesantren by firasajha
    firasajha
    • WpView
      Reads 52
    • WpPart
      Parts 1
    " kehidupan mengajarkan banyak hal. karna kehidupan memberikan pilihan dan kesempatan pada setiap orang. silahkan ukir hidupmu dalam setiap kesempatanmu. " ustad Huda.
  • KANZA AL CASANDRA by strvmilky
    strvmilky
    • WpView
      Reads 467
    • WpPart
      Parts 5
    Seorang gadis cantik berbalut piyama terpaksa bangun dari tidurnya karena terdengar-nya lonceng yang begitu nyaring ditelinganya,tandanya sebentar lagi berjama'ah subuh akan dimulai.Setelah mendengar suara lonceng tersebut, ia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sebagai-nya.Sesudah selesai, ia segera memakai mukena-nya dan langsung melangkah pergi menuju mushola. Namanya Kanza al casandra, orang-orang kerap memangilnya Kanza,sekarang ia berada dipesantren karena suruhan dari kedua orangtua-nya. Awalnya ia sangat kesal, tapi ternyata baru satu hari tinggal di pesantren ia sudah merasa nyaman.