syerasi
Di malam purnama yang dingin, Aila tengah menggambar langit malam yang indah. Tiba-tiba, terdengar gesekan dedaunan seperti diinjak seseorang. Di tengah ketakutannya, suara gemuruh terdengar, dan dari bayangan pepohonan, muncullah sesosok makhluk serigala tinggi dengan mata emas menyala dan bulu hitam pekat. Serigala yang selama ini hanya Aila dengar sebagai mitos, kini berdiri di hadapannya. Saat mata mereka bertemu, ada ketakutan, tapi juga kehangatan yang aneh.
Rael Magnus Shadowmoor, penerus sah Kerajaan Blacksing, hanya berjalan tanpa sadar melewati garis dunianya dan dunia manusia. Ia mengikuti wangi manis yang tak bisa ia deskripsikan. Mata Rael membelalak saat melihat gadis itu. Tubuhnya membeku, napasnya tercekat. Ia mengenali aroma gadis itu-bau manis yang membangkitkan naluri terdalamnya.
Gadis itu adalah mate-nya. Belahan jiwanya. Takdirnya.
Rael berusaha menahan diri agar gadis itu tidak lari ketakutan. Namun, serigala dalam dirinya, Ril, tidak dapat menahan hasratnya. Tanpa memberi gadis itu waktu memahami apa yang terjadi, Rael bergerak cepat. Dalam sekejap, ia sudah di hadapan Aila. Napas hangatnya menerpa kulit gadis itu, jantung Aila berdegup kencang-ketakutan dan keterpanaan bercampur menjadi satu. Ia tidak bisa menunda lebih lama. Tanpa pikir panjang, Rael menundukkan kepala dan menancapkan taringnya di sisi leher Aila.
Aila menjerit, rasa panas membakar aliran darahnya. Seolah api mengalir dalam nadinya, mengikat dirinya dengan sesuatu yang lebih besar dari tubuh dan jiwa. Tubuhnya melemah, bukan karena rasa sakit... melainkan karena ikatan itu. Sebelum kehilangan kesadaran, Aila mendengar bisikan lembut namun penuh ketegasan, "Sekarang kau milikku."
Tapi ini bukan akhir-ini adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar. Sebuah ikatan yang tak bisa diputuskan, sebuah dunia yang belum pernah Aila bayangkan, dan sebuah cinta yang berbahaya namun tak terelakkan.