chwryypiw
"Enam bulan, Sunghoon. Aku cuma punya satu semester buat buktiin kalau aku layak jadi seniman di London."
Jake datang ke Royal College of Art bukan untuk sekadar belajar, dia datang untuk bertaruh. Sebagai mahasiswa pindahan dari Australia, Jake hanya punya waktu enam bulan sebelum beasiswanya habis atau dia harus pulang untuk meneruskan bisnis keluarga yang membosankan. Baginya, setiap detik di London adalah hitung mundur. Dia ceroboh, nekat, dan melukis dengan emosi yang meledak-ledak-sangat berkebalikan dengan aturan seni yang kaku.
Di sisi lain koridor The Gallery, ada Sunghoon sang Ice Prince yang sudah mapan, yang karyanya sudah dilirik galeri-galeri besar di London namun kehilangan jiwa dalam kanvasnya. Sunghoon melihat Jake sebagai gangguan yang bising, sementara Jake melihat Sunghoon sebagai gunung es yang harus dia taklukkan untuk belajar teknik yang sempurna.