HarukaHaruuca
Hi kak salam kenal. Jika suka cerita bergenre romance bisa mampir yaaa. Siapa tahu suka ^^
Kaki Evelyn Young tergelincir dan ia jatuh menubruk laki-laki itu tepat di bibirnya. Karena terlalu tercengang, dengan pikiran yang kacau ia menyalahkan laki-laki itu atas kecelakaan yang mereka alami.
Ia meminta pertanggung jawaban aneh dan tidak masuk akal. Anehnya laki-laki asing itu menyanggupi-berdasarkan sebuah rahasia besar di dalam kepingan momen yang tersimpan pada otaknya-gadis itu adalah seseorang yang muncul di mimpinya.
Laki-laki itu sangat berani, seenaknya sendiri, dan tidak pantang menyerah. Ia mencoba mencari tahu siapa gadis itu?
Ia tidak menyerah untuk meluluhkan benteng tinggi yang di bangun gadis itu dengan susah payah.
Tapi ketika benteng dan perisai itu telah hancur. Ketika gadis itu mulai merasakan sebuah getaran di hatinya... tragedi yang menyerang Eve di musim panas menghancurkan harapannya yang rapuh.
https://www.wattpad.com/story/333834902?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=haruuca&wp_originator=OzEqoy1u9b20Na%2BP2%2FQ420hGlWUHc%2FCYCT2obNZIJ9FU81YGUez4wYZr3TWnjaIMuSmrpfIzqZaYAsBpZpAp63AFkTvt09dcxi4aSYtqzXDHdpyrRPnqyUzttXTKpUTB
elsangster
halo! suka baca historical fiction ya? kalo iya, boleh banget nih mampir ke ceritaku judulnya THE BRIDE WHO NEVER WAS https://www.wattpad.com/story/345225840-the-bride-who-never-was. kutunggu jejakmu di ceritaku! danke ♡
tin_lovatin
Fokus. Fokus. Wuxn. Dengarkan detak jantung. Butuh hampir semenit, secara tiba-tiba, Annora mendengar detak jantungnya begitu dekat. Sangat dekat. Annora terperangah. Ia merasakan hangat mengalir di tubuhnya. Lalu, ia turun dan menemukan denyut nadinya. Begitu kuat. Tak ingin berlama-lama, teringat pada Kraneia, Annora keluar dari tubuhnya sendiri. Ia mendengar suara-suara yang amat dekat.
Hai, Teman.
Hai juga, Teman.
Bagaimana cuaca hari ini, Teman? Apakah akan turun hujan?
Menurut prakiraan pawang semut, hari ini tidak akan turun hujan. Walaupun begitu, kita harus tetap mengumpulkan makanan.
Oh, suara semut! Annora mendengar dua ekor semut yang saling menyapa saat bertemu di perjalanan. Annora tersenyum. Begitu pun Morea yang melihat perkembangan itu.
Annora bergerak, menjauhi semut-semut. Ia berhenti saat mendengar suara-suara lagi.
Hujan! Hujan! Turunlah! Tubuhku sudah sangat kering!
Berbeda dari semut, suara itu justru berharap hujan turun.
Hujan! Hujan! Turunlah! Aku mau kawin!
Kemudian, di dekat suara itu, muncul suara lain. Berhentilah berisik! Hari ini tidak akan turun hujan. Menurut prakiraan cuaca BMKG katak, pinggiran Kota Garda hari ini akan cerah berawan.
[Maaf, ya, aku promosi di sini. Ya siapa tahu Kamu tertarik baca. Sambil nunggu cerita lain update. Terima kasih]
https://www.wattpad.com/story/222763873
Neny_2008
Terima kasih Kak sdh menambahkan salah satucerita aku ke daftar bacaan Kakak
Smg suka jg dg cerita2 aku
Dan berkenan berikan support votenya
Salam kenal salam literasi
namakusenja23
Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya.
Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
"Aargh! JINGGA SIALAN!"
.
Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
"Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
Dibaca dulu gess..
Pelan-pelan, tarik napas..
Simpang di daftar bacaan..
Tungguin notifikasi update..
Siapa tau suka :)
https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice